Demo di Labuan Bajo
Demo Tolak Geothermal Ricuh, Pendemo Bongkar Pintu Keluar Kantor Bupati Mabar
Demo Tolak Proyek Geothermal Ricuh, Pendemo Bongkar Pintu Keluar Kantor Bupati Manggarai Barat
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Demonstrasi menolak proyek geothermal di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) berujung ricuh, Rabu 2 Februari 2022.
Demonstrasi di depan pintu keluar Kantor Bupati Mabar itu digelar oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMKRI Cabang Ruteng Santu Agustinus, PMKRI Kota jajakan Labuan Bajo dan warga Desa Wae Sano.
Masa aksi awalnya melakukan orasi penolakan proyek geothermal dan hendak memasuki area kantor. Namun, puluhan personel gabungan dari Polres Mabar dan Satpol PP menjaga ketat pada pintu gerbang.
Sekitar pukul 10.50 Wita, massa aksi terus mendesak masuk untuk bertemu Bupati Mabar, Edistasius Endi.
Baca juga: BREAKING NEWS: Mahasiswa dan Warga Wae Sano Demo Tolak Geothermal, Bawa Keranda Mayat
Massa aksi akhir merusak pintu masuk dan pintu masuk yang terbuat dari besi itu langsung dibawa keluar. "Kami mau masuk," teriak sejumlah mahasiswa.
Tidak berselang lama, massa aksi selanjutnya menaiki pintu gerbang, menggoyang pintu itu lalu merobohkannya.
Personel gabungan yang mengawal jalannya aksi tidak dapat berbuat banyak, bahkan beberapa anggota Satpol PP Kabupaten Mabar mengalami luka lecet.
Selain itu, 2 orang perempuan anggota Satpol PP Mabar mengalami cidera karena kakinya tertindih gerbang yang roboh. Kedua anggota Satpol PP Mabar ini lalu dilarikan ke mobil truk Satpol PP Mabar.
Baca juga: Kadis ESDM Sebut NTT Punya Ketersediaan Bahan Baku Semen
Tidak hanya itu, sebanyak 5 mahasiswa juga diamankan sementara di Kantor Bupati Mabar, karena mendesak masuk ke dalam area kantor.
Walaupun massa aksi mendesak masuk, tapi mereka tertahan pagar betis personel gabungan yang menjaga.
Sekertaris Kesbangpol Kabupaten Manggarai Barat Robby Ngolong di depan massa aksi menerima untuk dialog antara Pemda Mabar dan perwakilan massa aksi. "Kami minta 5 perwakilan mahasiswa dan 5 perwakilan masyarakat," katanya.
Perwakilan massa aksi akhirnya berdialog dengan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di ruang rapat Bupati Mabar.
Perwakilan pemerintah diwakili Wakil Bupati Mabar, dr Yulianus Weng didampingi Sekda Mabar, Fransiskus S. Sodo, Kasat Pol PP Mabar, Stev Salut dan para Staf Ahli Bupati MabarMabar serta Wakapolres Mabar, Kompol Eliana Papote.
Baca juga: Penyelesaian Masalah Geothermal di Wae Sano, Gereja dan Pemerintah Pusat Bangun Kerja Sama
Dalam dialog, Ketua PMKRI Ruteng, Nardi Nandeng mengatakan menolak proyek geothermal karena dinilai akan mengganggu ruang hidup masyarakat di sekitar areal pengeboran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/demo-tolak-geothermal-ricuh-pendemo-bongkar-pintu-keluar-kantor-bupati-mabar.jpg)