Rabu, 8 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 30 Januari 2022: Hai Tabib, Sembuhkanlah Dirimu Sendiri

Melihat dan menilai kehidupan orang lain tentu tak hanya secara lahiriah saja. Hati yang baik belum tentu ada di dalam diri orang yang tampang elok

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Ambros Ladjar 

Renungan Harian Katolik Minggu 30 Januari 2022: Tentu Kamu Akan Mengatakan Pepatah Ini Kepada-Ku: Hai Tabib, Sembuhkanlah Dirimu Sendiri (Yeremia 1: 4-5, 17 - 19 dan 1Kor 13: 4 - 13; Luk 4: 21 - 30)

Oleh: RD. Ambros Ladjar

POS-KUPANG.COM - Melihat dan menilai kehidupan orang lain tentu tak hanya secara lahiriah saja. Hati yang baik belum tentu ada di dalam diri orang yang tampang elok dan cantik.

Bisa saja dalam diri orang yang tampang kulit luarnya jelek dan tak menarik di pandang mata, atau juga sebaliknya. Semuanya tergantung persepsi orang.

Tuhan melihat Yeremia sejak masih dalam kandungan ibunya. Di kemudian hari ia ditetapkan Tuhan menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Ia harus selamatkan Israel bangsa pilihan Allah.

Yesus juga pilihan Allah sebagai Mesias. Dia sudah populer di kalangan orang Nazaret. Sebab sudah banyak mukjizat yang Ia kerjakan di Kapernaum.

Mereka juga sangat berharap agar Yesus juga buat di Nazaret tempat asal-Nya, tapi Yesus tak mau pamer diri.

Rujukan sikap-Nya jelas dalam injil. Dulu karya hebat nabi Elia dan Elisa tak terjadi di Israel.

Hanya untuk orang diluar Israel. Saat kelaparan, Elia menolong seorang janda di Sarfat di tanah Sidon.

Pada masa Elisa banyak orang kusta tapi justru yang disembuhkan hanya Naaman orang dari Siria itu.

Karena Yesus tak mau buat mujizat maka orang menolak Dia. Mereka bangun lalu menghalau Yesus keluar.

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Minggu 30 Januari 2022: Allah Mengenal Hati dan Potensi Setiap Orang

Mereka bawa Dia ke tebing gunung dekat kota dan hendak melemparkan DIA dari tebing. Pikiran mereka seperti sudah dirasuki iblis dalam bagian awal injil Lk 4: 1-13.

Sebetulnya mereka mau paksa Yesus agar bisa salto ketika dilemparkan dari atas tebing. Sesungguhnya mereka sudah lupa bahwa yang hadir di tengah mereka adalah Mesias.

Mereka tolak kehadiran Yang Ilahi cuma karena ingin lihat sesuatu yang lebih spektakuler. Yesus akhirnya lolos dari tengah mereka tanpa ada yang mengganggu Dia.

Dari kisah ini, Yesus ajak kita agar selalu waspada. Banyak orang katolik yang rasa diri beriman dan beragama.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved