Berita NTT
Launching BELA, Begini Tanggapan Pembina UMKM ApasA Kota Kupang
Launching program Belanja Langsung (BELA) Pengadaan & E-Catalog Local dilangsungkan di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 27 Januari 2022.
Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Asti Dhema
POS-KUPANG. COM, KUPANG - Launching program Belanja Langsung (BELA) Pengadaan & E-Catalog Local dilangsungkan di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 27 Januari 2022.
Kepada Pos Kupang Pembina UMKM ApasA sekaligus Ketua PUSKOWAPI (Pusat Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia) Provinsi NTT, Riesta Megasari mengatakan program BELA sangat baik bagi pelaku usaha UMKM yang ada di NTT diharapkan program ini bisa terserap dengan baik.
"Dengan adanya program BELA, Belanja Langsung daring ini, ini program yang sangat baik untuk pelaku usaha yang ada di NTT diharapkan program ini bisa terserap dengan baik anggarannya ke pelaku-pelaku usaha yang ada di NTT".
Megasari menerangkan agar program ini terserap dengan baik, untuk itu diperlukan sosialisasi masif kolaborasi antara pemerintah provinsi NTT dan asosiasi-asosiasi pelaku usaha di NTT.
Baca juga: Dr. Semual Haning: Profisiat TribunFlores.com, Jadilah Obor Flobamora
"Perlu dibarengi dengan sosialisasi-sosialisasi masif kolaborasi antara pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur dan asosiasi-asosiasi pelaku usaha dan komunitas pelaku usaha di NTT"
Dia pun menjelasakan agar program BELA terserap dengan baik, beberapa hari ke depan mungkin pemerintah melakukan sosialisasi terkait Bimtek (Bimbingan Teknis) dan standarisasi terkait bagaimana pelaku usaha atau UMKM ini bisa terstandar produknya.
"Hari ini kan baru launching, nah setelah itu baiknya beberapa hari ke depan mungkin pemerintah melakukan sosialisasi-sosialisasi mengundang asosiasi atau komunitas-komunitas UMKM kemudian dilakukan Bimtek atau bimbingan teknis dan standarisasi terkait bagaimana sih pelaku usaha atau UMKM ini bisa terstandar produknya sesuai dengan yang diminati oleh pemerintah". Jelas ketua PUSKOWAPI saat ditemui di umkm ApasA.
Megasari pun khawatir jika terjadi ketimpangan, oleh karena itu dia mengharapkan adanya pelatihan atau bimbingan peningkatan kompetensi, stadarisasi produk dan manajemen waktu.
Baca juga: Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat Pastikan Hadir Launching Tribun Flores
"Nah yang kami khawatirkan misalkan pemerintah ingin dana ini terserap ke 1000 UMKM tapi ternyata UMKM yang terstandarisasi itu ternyata baru 100. Tentunya kan di situ akan ada ketimpangan di mana dari 1000 hanya 100 yang bisa terstandarisasi,untuk itu ada pelatihan atau bimbingan peningkatan kompetensi,standarisasi baking, rasa, harga,manajemen waktu untuk kuliner, itu pemerintah bisa berkolaborasi dengan komunitas-komunitas dan saya pikir grab kemudian MBiz juga punya program-program yang menyasar ke pelaku UMKM di mana bisa untuk pelatihan peningkatan standarisasi pelaku usaha terutama di bidang kuliner".
Dia berharap program BELA terserap ke semua pelaku usaha dan tidak hanya oleh segelintir pelaku usaha. Dengan adanya peningkatan kompetensi dan pelatihan-pelatihan kompetensi standarisasi SDM penyerapnnya menjadi rata
"Harapannya terserap ke semua pelaku usaha. Jadi anggaran yang ada itu terserap ke banyak pelaku usaha jadi tidak hanya oleh segelintir pelaku usaha dan biasanya tadi yang saya bilang Kenapa karena ada ketimpangan standarisasi ini mudah-mudahan ada dengan peningkatan kompetensi pelatihan-pelatihan kompetensi bagian latihan standardisasi SDM usaha itu membuat penyerapannya menjadi rata".
Dia menambahkan semua pelaku usaha dan UMKM di bidang kuliner mempunyai jatah dan kesempatan yang sama terhadap program BELA ini.
"Semua pelaku usaha, semua pelaku UMKM di bidang kuliner mempunyai jatah yang sama mempunyai kesempatan yang sama terhadap belanja langsung oleh pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur". (*)
Berita NTT lainnya:
