Jumat, 10 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Selasa 25 Januari 2022: Pergilah, Beritakanlah!

Inti pokok sabda perutusan Yesus terletak dalam kata-kata ini, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk."

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik, Selasa 25 Januari 2022, Pesta Bertobatnya St. Paulus, Rasul: Pergilah ... Beritakanlah! (Markus 16:15-18)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Inti pokok sabda perutusan Yesus kepada para murid-Nya terletak dalam kata-kata ini, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk" (Mrk 16:15).

Hemat saya, rangkaian kata perutusan itu kiranya bisa dibaca setidaknya dalam dua pengertian ini.

Pertama, kata-kata itu merupakan sabda pelepasan. Lantaran sudah tinggal dan hidup bersama Dia sekian tahun, sudah diajar dan dididik secara intens sekian lama, saatnya para murid harus dilepas pergi untuk menjalankan tugas, mengamalkan apa yang sudah diajarkan.

Arti ini menjadi semakin Kuat karena konteks sesudah kebangkitan dan sebentar lagi Ia akan kembali ke surga. Maka para murid harus dilepas dan bertugas untuk melanjutkan karya perutusan-Nya.

Agaknya dunia pendidikan akrab dengan acara pelepasan. Setelah para murid dididik, diasuh dari tahun pertama hingga tahun terakhir; dari tingkat dasar sampai tingkat mahir; para guru, coach atau tutor akan mengutus mereka, melepaskan mereka ke tengah dunia pengabdian, dunia karya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 22 Januari 2022: Tuduhan

Dalam acara wisuda yang sekarang ini juga akrab dibiasakan untuk anak-anak TK, ada kata-kata pelepasan yang bermakna perutusan bagi para murid yang barusan tamat.

Di lingkungan ordo, konggregasi juga terbiasa dengan acara perutusan seperti ini. Para misionaris yang akan dikirim bertugas ke tanah misi, akan menerima salib misi diiringi kata-kata perutusan oleh pimpinannya.

Kedua, kata-kata itu sesungguhnya juga bermakna suruhan bahkan perintah. Suruhan atau perintah diberikan, karena di dalamnya terkandung kepentingan, urgensi, dan juga kemendesakan, sehingga harus dilaksanakan.

Bisa juga menunjukkan keharusan lantaran tugas itu tidak dijalankan, atau memang dijalankan tapi tidak tuntas, tidak optimal.

Makanya ada suruhan atau tegasnya perintah yang tertuang dalam kata kerja "pergilalah", "beritakanlah".

Pengertian yang terakhir berkandung perintah ini kiranya lebih tertuju kepada diri saya.

Harus diakui saya memang sudah menjalankan tugas Sang Guru untuk pergi bertugas. Tapi terkadang pergiku tak sepenuh hati, tugas yang saya jalankan belumlah tuntas, kurang optimal.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 24 Januari 2022: Fitnah

Saya memang pergi memberitakan Injil, Kabar Baik, tapi baru sebatas kalangan kerabat, orang-orang yang saya kenal. Ada rasa cemas, takut yang menghantui diri saya sehingga belum menjangkau tetangga, komunitas lain. 

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved