Berita Malaka
Wabup Malaka Pastikan Kufeu Jadi Desa Contoh Pengembangan Kelor
Wabup Malaka Louise Lucky Taolin memastikan bahwa Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka bakal menjadi desa contoh pengembangan kelor
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, BETUN - Wakil Bupati Malaka ( Wabup Malaka), Louise Lucky Taolin memastikan bahwa Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka bakal menjadi desa contoh pengembangan kelor.
Wabup mendorong para kepala desa di kecamatan ini agar pada pelaksanaan Musrenbangdes tahun 2022 ini, untuk mengalokasikan anggaran untuk pengembangan kelor.
Wabup Kim Taolin- panggilan akrabnya menyampaikan ini pada sambutannya dihadapan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama rombongan dari Provinsi NTT dan undangan lainnya, di Desa Kuefu, Senin 24 Januari 2022.
Dijelaskan Kim Taolin, atas nama pemerintah dan rakyat Kecamatan Io Kufeu khususnya menyampaikan terima kasih kepada gubernur yang untuk ketiga kalinya mengunjungi daerah ini.
Baca juga: Wabup Malaka Apresiasi Capaian Kinerja UPT Penda NTT Wilayah Malaka
Baginya, lanjut Kim Taolin, kunjungan ini tentu membawa hal positif dalam upaya mendorong dan memotivasi warga dalam upaya pengembangan tanaman kelor.
"Selamat datang bapak gubernur bersama rombongan di Rumah produksi marungga organik di Bumdes Kufeu M' Rian, Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu. Desa Kufeu ini memang selama ini terus mengembangkan tanaman kelor," kata Kim Taolin.
Wabup Kim menyampaikan bahwa manfaat dari mengkonsumsi kelor itu luar biasa. Salah satunya untuk menurunkan stunting. Dirinya menyampaikan data bahwa stunting di Malaka pada tahun 2020 tercatat 26 persen.
Kemudian tahun 2021 turun menjadi 21 persen. Sesuai target yang diminta gubernur agar tahun 2022 turun menjadi 15 persen tentu menjadi pekerjaan rumah Pemda Malaka dan warga untuk mencapai harapan itu.
Baca juga: Istri Wabup Malaka Kagum Kreativitas Prajurit TNI Kipur III Motamasin
"Kebetulan yang selama ini paling getol dikembangkan di Io Kufeu, maka saya minta kepada para kepala desa agar pada Musrenbang, saya titip pesan alokasikan anggaran untuk kelor. Mari kita sama-sama dukung program ini agar Desa Kufeu jadi contoh. Kalau studi banding soal kelor tidak perlu jauh-jauh datang saja ke Kufeu," kata Kim Taolin.
Dirinya menyampaikan pula bahwa dalam pengembangan kelor ini tentu kedepan menemui hambatan. Untuk itu dia berharap pemprov membuka diri dalam hal konsultasi agar program ini berjalan dengan baik.
Direktris Rumah Produksi Marungga Organik, BumDes Kufeu M'Rian, Desa Kufeu, Nina Purwiyantini pada kesempatan ini melaporkan soal kegiatan dan hasil yang diperoleh kelompok BumDes ini.
Dijelaskan Nina, unit usaha yang dikembangkan BumDes ini yakni budidaya Marungga berupa sekolah hijau dan petani milenial juga usaha perdagangan.
Adapun perkembangan usaha, sebelum intervensi program tahun 2015 jumlah petani 10 orang sampai tahun 2016 dengan luas lahan 5,79. Tahun 2017-2018 menjadi 31 orang dengan luas lahan 16,54.
Produksi basah tahun 2015 tercatat 116,5, tahun 2016 sebesar 4,424, tahun 2017 sebesar 1.736,5 dan tahun 2018 sebesar 909. Produksi kering tahun 2015 mencapai 131,5, tahun 2016 mencapai 530, tahun 2017 mencapai 252,92 dan tahun 2018 mencapai 89.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/wabup-malaka-pastikan-kufeu-jadi-desa-contoh-pengembangan-kelor.jpg)