Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 24 Januari 2022: Fitnah
Barangkali lebih baik sakit gigi daripada sakit hati karena fitnah. Itulah mengapa sering dikatakan, “Fitnah lebih kejam dari pembunuhan!”
Terbayangkah betapa sakitnya hati Yesus? Masakan Ia dikatakan dijiwai setan, menyembuhkan orang dengan kekuatan setan. Bahkan tak tanggung-tanggung Ia dipersamakan dengan penghulu setan. Aduh ... betapa sadisnya!
Kita mungkin pernah merasakan sakitnya difitnah. Dari level sederhana seperti diberitakan kabar bohong, diputarbalikkan fakta, disebarkan surat kaleng dengan cerita bermacam-macam.
Tapi jangan-jangan saya pun sering jatuh dalam mengikuti hawa nafsu dan membuat fitnah terhadap orang lain. Barangkali sesama yang tidak saya suka, yang dianggap saingan, pernah kena fitnah dari saya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 17 Januari 2022: Saat Bersama Tuhan
Lebih miris, Tuhan pun kayaknya pernah saya fitnah. Saya bilang Dia tak berlaku adil. Saya cemburu karena melihat sesama dapat berkat lebih daripada saya. Saya tak senang kenapa doa saya tak pernah dikabulkan, sukses jarang berpihak pada diriku?
Tak heran kepada ahli Taurat, pun kepada saya yang (mungkin) memfitnah Dia, Yesus Sang Guru berpesan, hati-hati fitnah itu dosa lho!
"Semua dosa dan hujat sesama manusia akan diampuni. Tetapi kalau memfitnah-menghujat Roh Kudus, tidak mendapat ampun selama-lamanya. Itu dosa kekal" (Mrk 3:28-29).
Kalau begitu, masihkah saya mengikuti kecenderungan diri untuk memfitnah, apalagi menghujat Tuhan?
Amsal memberi nasihat, "Enam perkara ini yang dibenci Tuhan, bahkan tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara" (Ams 6:16-19). *
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 24 Januari 2022:
Bacaan Pertama: 2 Samuel 5:1-7.10
"Engkaulah yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron.
Mereka itu berkata, “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel, yakni sejak Saul memerintah atas kami.
Lagipula Tuhan telah bersabda kepadamu, “Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.”
Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana di hadapan Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)