Berita Belu

Bupati Belu Sambutan Baik Kebijakan Kredit Mikro Merdeka di Bank NTT

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur NTT dan juga Bank NTT

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Warga penerima kredit mikro merdeka dari Bank NTT. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Kecamatan Kakuluk Mesak, Minggu 23 Januari 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur NTT dan juga Bank NTT atas kebijakan kredit mikro merdeka bagi masyarakat Belu.

Pemberian kredit mikro merdeka tanpa bunga ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan modal usaha, baik di bidang pertanian, peternakan dan usaha lainnya.

Bupati Belu menyampaikan hal itu dalam sambutannya saat acara penyerahan bantuan kredit mikro merdeka Bank NTT Cabang sebesar Rp 228 juta bagi 44 orang petani. Penyerahan bantuan dilakukan bersamaan dengan kunjungan Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Minggu 23 Januari 2022.

Selain bantuan kepada petani, Gubernur juga memberikan bantuan bidang lingkungan hidup sebesar Rp 228 juta. Bantuan CSR ini diperuntukan bagi PKK Kabupaten Belu dalam melaksanakan program Belu Berbunga.

Baca juga: Bupati Belu Ingatkan Tim Seleksi Tenaga Kontrak Lebih Hati-hati

Menurut Bupati Belu, skema kredit dengan plafon sebesar Rp 7 juta itu sangat bagus karena dengan dana tersebut petani bisa menggunakan untuk operasional pengolahan lahan, membeli benih, beli pupuk dan beli obat.

Bila petani mengolah lahan satu hektare untuk tanaman jagung maka diperkirakan produksi jagung mencapai 7 ton. Bila dikalikan dengan Rp 3.000 per kilogram maka mendapatkan Rp 21 juta. Dari pendapatan tersebut, petani mengembalikan pokok pinjaman Rp 7 juta, sedangkan sisanya untuk petani sendiri.

"Perhitungan Pemkab Belu hasil jagung dari petani kalau 1 hektare 7 ton dijual Rp 3.000 per kilo, maka menghasilkan Rp 21 juta. Tinggal petani mengembalikan pokok pinjaman bank Rp 7 juta dan sisanya Rp 14 juta milik masyarakat semua", terang Bupati Agus Taolin.

Dokter spesialis penyakit dalam ini mengatakan, pemerintah terus mendorong petani agar tekun berusaha sehingga hasilnya optimal. Pemerintah terus membuka paham pertanian jagung, membantu benih, pupuk, obat dan pendampingan.

Baca juga: Bupati Belu Agustinus Taolin Serahkan Bantuan Pusat Kepada Penyandang Disabilitas

Bupati Belu optimis produksi jagung di Kabupaten Belu tahun 2023 lebih meningkat dan rantai pasok pasar akan berkelanjutan. Hal ini didukung oleh program pemerintah pusat sebagaimana tertuang dalam inpres nomor 1 tahun 2021 tentang percepatan pembangunan di kawasan perbatasan.

Petani jagung asal Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Johanes Jamanu mengatakan, dirinya sudah memiliki lahan jagung seluas satu hektar. Selama ini, ia menggarap dengan penuh keterbatasan seperti tanam jagung tanpa pupuk sehingga hasil produksi jagung hanya 5-6 ton saja.

Kata dia, kendala yang dialaminya adalah modal operasional seperti biaya tenaga kerja, benih, pupuk dan obat.

Dengan adanya kredit mikro tersebut, dirinya merasa terbantu dan kegiatan usaha tanam jagung akan lebih berkembang lagi. (*)

Baca Berita Belu Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved