Berita Malaka

Bupati Malaka Sambangi Korban Stunting dan Gizi Buruk

Persoalan gizi buruk dan stunting di Kabupaten Malaka menjadi perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Malaka

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
GIZI BURUK-Bupati Malaka, Simon Nahak saat menyambangi TFC Betun melihat anak balita korban gizi buruk dan stunting, Jumat 21 Januari 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN - Persoalan gizi buruk dan stunting di Kabupaten Malaka menjadi perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Malaka. Pemerintah berkewajiban melihat  pertumbuhan anak balita di daerah ini untuk mempersiapkan generasi masa depan daerah ini.

Berkenaan dengan persoalan stunting dan Gizi Buruk ini, Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH berkenan menyambangi anak balita yang terkena stunting dan Gizi buruk di Therapeutic Feeding Center (TFC) atau tempat
melihat pertumbuhan anak-anak yang masuk dalam kondisi stunting.

Bupati Malaka, Simon Nahak usai melihat 2  anak balita gizi buruk dan 2 anak korban stunting kepada wartawan, Jumat 21 Januari 2022 menegaskan beberapa hal.

Dikatakan Simon, pemerintah punya kewajiban untuk melihat dari dekat persoalan yang dihadapi warga. Tugas pemerintah tidak hanya bicara teori tetapi harus mengambil langkah cepat.

Baca juga: Bupati Malaka Minta Warga untuk Sisihkan Waktu Berolahraga

"Saya tidak bisa cuma sekedar dapat laporan. Tapi saya turun lihat dan cepat mengambil langkah. Kalau kita sudah lihat anak-anak balita  sudah masuk kategori gizi buruk maupun stunting maka,  jangan hanya bicara teori tapi bagaimana cara mananganinya,” kata Simon.

Dijelaskan Bupati Simon, pemerintah Malaka jauh hari telah memprogramkan adanya Kartu Malaka Sehat, tujuannya adalah membantu masyarakat jika mengalami persoalan seperti gizi buruk dan stunting ini.

Dirinya meluruskan terhadap beragam kritikan yang menyatakan bahwa Kartu Malaka Sehat 
 tidak ada hubungan dengan stunting.

"Apa yang tidak ada hubungan. Bagaimana kita bicara gizi buruk kalau tidak ada anggaran. Bagaimana bicara makanan yang bergizi kalau anggaran tidak ada. Anggaran melalui KMS  inilah yang di siapkan oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan ini," tegas Simon.

Baca juga: Bupati Malaka Motivasi Jajaran untuk Tingkatkan Kinerja

Menurut Simon, dengan memiliki KMS itu maka balita yang terkena stunting dan gizi buruk bisa mendapatkan dana yang sudah disiapkan pemerintah.

"Uang itulah  yang digunakan untuk beli susu, beli madu, beli telur, makanan yang bergizi dan minuman yang sehat supaya bisa menambah berat badan dan tinggi badan supaya tumbuh menjadi manusia yang normal,” urai Bupati Simon.

Pada kesempatan ini, Bupati Simon meminta Plt Kadis Kesehatan Malaka untuk memerintahkan para kepala puskesmas se Kabupaten Malaka untuk selalu mendata masyarakatnya terkait masalah stunting dan gizi buruk.

"Cek ada data dimana kita turun bantu di semua puskesmas di Malaka. Sekarang ini kita juga sudah membangun komunikasi dengan Bank NTT  untuk kerja sama. Misalnya pihak Bank NTT mungkin bantu  membeli telur, kacang ijo dan kita bagikan ke anak sekolah. Kita jangan hanya komentar tapi harus langsung eksekusi," tegasnya.(*)

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved