Sabtu, 11 April 2026

Berita Belu

Bantuan Kompensasi Warga Terdampak Bencana Seroja Disalurkan

Pemerintah kabupaten sudah mengirim laporan resmi kepada pemerintah pusat dan terus membangun komunikasi. 

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belum, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD saat bertemu dengan warga terdampak bencana alam banjir di Desa Tasain beberapa waktu lalu.  

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG. COM, ATAMBUA - Bantuan dana kompensasi bagi warga terdampak bencana alam banjir dan badai Seroja di Desa Tasain, Kecamatan Kabupaten Belu sudah disalurkan. 

Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 1,5 juta per Kepala Keluarga (KK) itu disalurkan melalui rekening masing-masing. 

Selain bantuan dana kompensasi, warga terdampak juga sudah menerima bantuan beras 30 kilogram per KK. 

Baca juga: Perkuat Literasi, Pemkab Belu Bantu Buku Bacaan Untuk PAUD

Hal ini disampaikan Kepala Desa Amandus Koemesak saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Selasa 18 Januari 2022.

Menurut Amandus, bantuan yang sudah diterima warga terdampak bencana adalah dana kompensasi sebesar Rp 1,5 juta dan beras.

Sedangkan bantuan pembangunan rumah, katanya belum realisasi. 

"Bantuan dana kompensasi sebesar satu juta lima ratus dan beras sudah. Kalau rumah belum. Kami belum dapat informasi baru", kata Amandus. 

Baca juga: Bupati Belu Ingatkan Tim Seleksi Tenaga Kontrak Lebih Hati-hati

Tambah dia, untuk Desa Tasain, ada 72 unit rumah yang diusulkan untuk dibangun baru. Lokasi pembangunan sudah disiapkan hanya saja realisasi pembangunan belum dilakukan.

Sesuai informasi dari pemerintah kabupaten, pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana itu dibiayai oleh pemerintah pusat sehingga data bencana sudah dilaporkan kepada pemerintah pusat. 

"Informasinya untuk bangun rumah itu masih didorong ke pusat. Jadi kami menunggu", ujarnya.

Baca juga: Sampah dan Tulang Belulang Berseliweran di Pantai Mbongawani Kota Ende

Kades Tasain mengharapkan, bantuan pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana banjir itu bisa segera direaliasikan. 

"Harapan kita semoga cepat realisasi sudah. Kami sudah menunggu terus", pintanya. 

Ditanya alokasi anggaran dari desa untuk para korban bencana, Amandus mengaku, sejauh ini pemerintah masih fokus dengan penanganan covid-19 dan bantuan langsung tunai (BLT).

Diharapkan BLT dana desa bisa membantu memulihkan kondisi ekonomi masyarakat pasca bencana. 

Baca juga: Bupati Belu Ingatkan Tim Seleksi Tenaga Kontrak Lebih Hati-hati

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved