Politeknik Pertanian Negeri Kupang
Saat Harga Cabe Turun Poltek Pertanian Kupang Siap Olah jadi Bubuk Cabe
apresiasi yang positif kepada Direktur Poltek Negeri Kupang dan jajaran yang telah mengambil langkah-langkah yang tepat demi menbantu petani
Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini siap membeli dan mengolah cabe dari petani ketika harga turun di pasaran.
"Saat harga cabe atau lombok turun di pasaran, kami siap untuk beli dari petani kemudian mengolahnya menjadi bubuk cabe," kata Direktur Poltek Pertanian Negeri Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, M.S ketika menerima kunjungan silaturahmi General Manager (GM) Harian Pagi Pos Kupang di kampus itu, Senin, 17 Januari 2021 sore.
Thomas, putra asal Kabupaten Alor, ini mengatakan, ketika musim panen cabe antara bulan Mei sampai Juli, kadang petani sulit memasarkannya karena harganya jatuh. Dari harga yang biasanya Rp 40 ribu per kilogram anjlok menjadi Rp 7.500 per kg.
Baca juga: Begini Cara Pengendalian dan Penyimpanan Bahan Pangan Selama Covid-19 Versi Dosen Poltekkes
Kondisi ini menyulitkan petani yang sudah bersusah payah menanam, merawat hingga memanen tanaman itu. Karena itu kata Thomas, Poltek menampung (membeli) cabe petani, mengeringkan kemudian memrosesnya menjadi bubuk.
Thomas menyebut sudah melakukan ujicoba dengan petani binaan di Bismarak, Kupang dalam mengelola cabe dan tomat (saos tomat). Hasilnya cukup bagus. Khusus untuk cabe dari 5 kg akan menjadi 1 kg bubuk cabe.
Karena itu Thomas meminta manajemen Pos Kupang untuk membantu menyebarkan informasi ini sekaligus melakukan edukasi-edukasi kepada petani di NTT. Dengan demikian informasi ini dapat sampai ke mereka.
Baca juga: Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Expo Produk Minuman Kesehatan
GM Pos Kupang, Margaretha Wahyuningtias memberi apresiasi yang positif kepada Direktur Poltek Negeri Kupang dan jajaran yang telah mengambil langkah-langkah yang tepat demi menbantu petani di daerah ini.
Iin demikian panggilan Margaretha, mengatakan bahwa Pos Kupang juga menaruh perhatian yang serius akan para petani di NTT. Pos Kupang selalu saja mendorong para petani untuk surfive di bidangnya.
Langkah lain yang akan dilakukan manajemen Pos Kupang, adalah memanfaatkan gedung Pos Kupang yang lama di Pasar Kasih Naikoten, Kupang untuk membuka semacan fairness market.
Baca juga: Mahasiswa Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Expo Produk Minuman Kesehatan
Di sana kata Iin, akan dipasarkan berbagai produk khas hasil bumi daerah ini. Di Bali kata Iin, telah hadir sebuah fairness market dari bahan-bahan organik. Iin mengajak Poltek untuk bersama-sama membangun dan mendorong para petani di NTT untuk lebih maju lagi.
Hadir, Wakil Direktur 1V Bidang Humas, Publikasi dan Kerja Sama, Melinda Monata, SP, M.Sc, PhD; Humas Poltek, Maria Renny Pratiwi. Sedangkan dari Pos Kupang hadir Tanto Bisilisin (marketing) dan Paul Burin ( redaksi). (*)