Berita Ende
SMAK Negeri Ende Tempat Persemaian Ilmu Pengetahuan dan Moral Spiritualitas Katolik
ajaran agama Katolik dan atau ilmu pengetahuan agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti
POS-KUPANG.COM, ENDE - Sekolah Menengah Agama Katolik Negeri (SMAK Negeri) Ende merayakan hari ulang tahunnya yang kesepuluh, pada Jumat, 14 Januari 2022.
Perayaan hari ulang tahun SMAK Negeri Ende ini dibingkai dalam tema 'Maju Bersama Dalam Kasih Kristus Yang Menyelamatkan'.
Rangkaian perayaan diawali dengan perjamuan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Romo Frans Betu.
Baca juga: Spam Kali Dendeng Layani 72.000 Jiwa di Kota Kupang
Hadir dalam perayaan syukur ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Reginaldus Serang beserta jajarannya, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pendidik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende yang diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Nikolaus Nama Payon, menguraikan SMAK Negeri Ende dulunya bernama SMAK Santo Thomas Morus Ende.
Berdirinya sekolah ini diiniasiasi oleh tim sembilan awam Katolik.
Baca juga: Kepala BPS Kabupaten Ende : Pengangguran Salah Satu Penyebab Jumlah Penduduk Miskin Naik
Para pencetus SMAK Santo Thomas Morus Ende ini, mengabdi pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, antara lain, Yosef Nganggo, Yohanes Baptista Seja, Nikolaus Nuka, Fransiskus Naga, Aloysius Hary, Yosef Jemali, Flafianus Lepa, Nikolaus Nama Payon, Siprianus Pangga dan Yohanes Don Bosko Lori.
Lebih lanjut Nikolaus menegaskan bahwa momen ulang tahun kesepuluh tahun ini merupakan momen untuk refleksi bersama.
"Saya merasa perlu untuk memberikan catatan penting, yaitu SMAK Negeri Ende harus terus berbuat, bangun koordinasi, bangun sinergisitas dengan berbagai pihak”, kata Nikolaus.
Baca juga: Veronika Ata Apresiasi Capaian Kepemilikan Akta Kelahiran di Kabupaten Ende
Mengakhiri sambutannya, Nikolaus memberikan apresiasi kepada peserta didik SMAK Negeri Ende yang telah berpartisipasi aktif dengan berbagai kreativitas memeriahkan HUT SMAK Negeri Ende yang kesepuluh.
Sementara itu, penyelenggara SMAK St. Thomas Morus Ende, Yosef Nganggo, mewakili tim sembilan, dalam sambutannya mengatakan bahwa lembaga pendidikan SMAK St. Thomas Morus Ende didirikan untuk membentuk kader rasul awam dalam menjawabi persoalan Gereja dan persoalan bangsa Indonesia, sesuai regulasi.
“Mimpi kami sebagai pencetus adalah harus ada sekolah di Ende yang bisa membentuk calon-calon kader rasul awam untuk menjawabi persoalan yang dihadapi oleh Gereja Katolik, " ungkapnya.
Dia menguraikan, partisipasi awam dianggap belum penuh dalam karya pastoral Gereja, maka SMAK Negeri Ende harus mampu menjawabi persoalan ini.
Kehadiran SMAK Negeri Ende, lanjutnya, juga untuk menjawabi persoalan bangsa. "Bangsa ini maju dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, SDM tetapi miskin moral," ungkapnya.
Maka SMAK Santo Thomas Morus, kata dia, harus menyeimbangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan kualitas moral. 'Sekolah ini didirikan karena ada undang-undang yang mengaturnya yaitu PP No. 55 Tahun 2007," tambahnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Reginaldus Saverinus S. Serang, dalam sambutanya menyampaikan bahwa SMAK Negeri Ende harus menjadi tempat persemaian ilmu pengetahuan, moral, dan spiritualitas Katolik.
“Melalui SMAK yang ada ini akan terbentuk peserta didik yang dapat menghayati dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama Katolik dan atau ilmu pengetahuan agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis," ungkapnya.
Semua itu, kata Kakanwil, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
"Sebagai suatu lembaga keagamaan Katolik, tempat persemaian ilmu pengetahuan, moral, dan spiritualitas Katolik maka SMAK harus semakin kuat” Kata Reginaldus.
Mengakhiri sambutannya, Reginaldus menyampaikan 5 poin penting untuk SMAK Negeri Ende. Pertama, lembaga SMAK Negeri Ende harus terus dikembangkan sesuai prinsip-prinsip dasar Nasional tentang nilai-nilai pendidikan.
Kedua, lembaga SMAK Negeri Ende butuh pengembangan SDM secara mandiri atau dalam kolaborasi dengan berbabagi stake holder.
Ketiga, pengembangan khusus bagi peserta didik mengenai kekhasan yang harus dimiliki. Keempat, bangun komunikasi dan koordinasi keterlibatan komite dan orang tua.
Kelima, mendorong partisipasi untuk meningkatkan layanan bersama melalui ketersedianan sarana dan prasarana yang sudah dimiliki.
Kepala SMAK Negeri Ende, Yohanes Devita Son Duri, dalam tayangan Kalaeidoskopnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Agama RI, Dirjen Bimas Katolik RI, Kakanwil NTT, Kakankemenag Ende, Keuskupan Agung Ende, Para perintis SMAK, Para tokoh (agama, masyarakat dan pendidik) dan komite sekolah yang telah memberikan atensi, dedikasi, dan pengorbanan untuk SMAK Negeri Ende.
Dia berharap, semoga diusianya yang kesepuluh SMAK Negeri Ende tetap menjadi “seminari awam” tempat persemaian kader rasul awam yang berilmu dan berkarakter sesuai spirit nilai Kekatolikan. (*)