Breaking News:

Berita Kota Kupang

Pembongkaran Lapak di Pasar Oeba, Dirut PD Pasar Sebut Sebagai Penataan

jika dalil pembongkaran dan pemindahan lapak jualan itu karena macet. Lapak jualan puluhan pedagang itu sendiri

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOKUMENTASI DPRD KOTA KUPANG
Suasana rapat anggota DPRD Kota Kupang dengan PD Pasar dan pedagang membahas penertiban pedagang di Pasar Oeba. Gambar diabadikan beberapa waktu lalu.  

Laporan Kontributor POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Direktur Pemasaran PD Pasar, Maxi Nomleni, menyampaikan, terkait dengan pembongkaran lapak pasar di Oeba Kota Kupang dilakukan untuk penataan. Prinsipnya tidak ada upaya untuk mengusir, tetapi dilakukan untuk penataan.

"Jadi tidak benar bawah kami arogan, hanya membongkar dan tidak ada penataan pedagang. Mereka itu pedagang lama yang sudah ada tempat di dalam pasar, mereka malah keluar di jalan dan menghalangi akses jalan ke pasar," katanya, Jumat 14 Januari 2022.

Maxi beralasan selama ini banyak keluhan yang masuk ke pihaknya terkait dengan kemacetan di ruas jalan dalam pasar akibat dari pedagang yang jualan di bahu jalan. Dengan itu, jajarannya pun melakukan penataan.

Baca juga: 200 Personel Satpam di Kota Kupang Jalani Pelatihan

Maxi mengaku kalau PD Pasar akan memindahkan para pedagang yang lapaknya dibongkar ke tiga los pasar yang telah disiapkan.

Dia menegaskan kalau upaya yang dilakukan itu tidak ada diskriminatif dan telah berjalan sesuai dengan ketentuan. Tindakan itu sebagai langkah demi kebaikan bersama, yakni mengurangi kemacetan.

Sebelumnya, puluhan pedagang pasar Oeba mendatangi komisi II DPRD Kota Kupang. Pedagang mendatangi DPRD untuk menyampaikan keluhannya perihal pembongkaran lapak jualan yang disebut menyebabkan kemacetan.

Baca juga: Banyak Titik Lubang di sepanjang Ruas Jalan Kejora, Kota Kupang, Hati-Hati Bagi Pengendara

Beberapa perwakilan pedagang mendatangi Dewan Kota pada Kamis 13 Januari 2022. Kedatangan itu untuk mencari jalan keluar mengurai masalah ini.

Dominggus Adi Dethan, salah satu pedagang mengaku kecewa dengan pengelolah pasar yang bertindak sepihak. Adi menyebut pembongkaran dan pemindahan lapak dilakukan pengelola pasar tanpa kompromi. Tindakan itu pun dinilai diskriminatif. 

Adi menceritakan, awalnya para pedagang menerima surat pemberitahuan dari pengelolah pasar, untuk segera membongkar lapak jualan.

Baca juga: Kondisi Ruas Jalan Protokol Kota Kupang, Ada Gelombang Kecil di Lampu Merah El Tari

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved