Breaking News:

Berita Kota Kupang

Pedagang Oeba Datangi DPRD Kota Kupang Keluhkan Pembongkaran Lapak

Tidak boleh hanya bertindak ke sebagian pedagang saja, dan membiarkan yang lainnya berjualan di badan jalan begitu saja

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOKUMENTASI DPRD KOTA KUPANG
Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay dan anggota DPRD saat meninjau lokasi pasar Oeba setelah menerima laporan adanya pembongkaran lapak. Kamis 13 Januari 2022. 

Laporan Kontributor POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Puluhan pedagang pasar Oeba mendatangi komisi II DPRD Kota Kupang. Pedagang mendatangi DPRD untuk menyampaikan keluhannya perihal pembongkaran lapak jualan yang disebut menyebabkan kemacetan.

Beberapa perwakilan pedagang mendatangi Dewan Kota pada Kamis 13 Januari 2022. Kedatangan itu untuk mencari jalan keluar mengurai masalah ini.

Dominggus Adi Dethan, salah satu pedagang mengaku kecewa dengan pengelolah pasar yang bertindak sepihak. Adi menyebut pembongkaran dan pemindahan lapak dilakukan pengelola pasar tanpa kompromi. Tindakan itu pun dinilai diskriminatif. 

Baca juga: Keadaan di Polsek Alak-Kota Kupang Sangat Kondusif, Begini Informasinya

Adi menceritakan, awalnya para pedagang menerima surat pemberitahuan dari pengelolah pasar, untuk segera membongkar lapak jualan.

Menurut pengelolah pasar, sebut dia, aktifitas berjualan pedagang di pingir jalan itu menyebakan kemacetan dan menggangu kenyamanan pasar.

"Sudah puluhan tahun kami berjualan, dan tidak membuat macet, sebab jalan masuknya, hampir enam meter, dibandingakan di depan sana (jalan raya)," katanya.

Baca juga: Banyak Titik Lubang di sepanjang Ruas Jalan Kejora, Kota Kupang, Hati-Hati Bagi Pengendara

Seharusnya pengelola pasar bertindak adil, jika dalil pembongkaran dan pemindahan lapak jualan itu karena macet. Lapak jualan puluhan pedagang itu sendiri, tepat di depan Rusunawa Oeba.

"Saya heran, kenapa kami sendiri yang dipaksa pindah, sementara yang lainnya tidak, kalau mau adil, semua yang berjualan dipinggir jalan itu ditertibkan," sebut Adi.

Adi bersama pedagang lainnya semkain kecewa lantaran penertiban itu dilakukan tanpa adanya kesiapan tempat baru yang diberikan pengelola pasar. Untuk itu, ia berharap Dewan bisa memperjuangkan polemik dan mencari solusi atas persoalan itu.

Baca juga: Kondisi Ruas Jalan Protokol Kota Kupang, Ada Gelombang Kecil di Lampu Merah El Tari

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved