Berita Pemprov NTT

Anggota DPRD NTT Ini Kecam Penyebar Video Viral Pelajar Merokok di Kelas

psikologi dari anak dan jika dibiarkan maka anak itu akan mencari pelampiasan di luar rumah, termasuk dalam pergaulannya

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOKUMENTASI PRIBADI
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (ADPRD) NTT, Ana Waha Kolin 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggota DPRD V Provinsi NTT, Ana Waha Kolin secara tegas mengutuk penyebar postingan video viral pelajar sekolah menengah atas yang merokok dan meneguk minuman keras di dalam ruang kelas.

Pasalnya, tindakan menyebarluaskan video viral tersebut telah melakukan kekerasan verbal terhadap kaum perempuan.

Demikian tanggapannya saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Jumat 14 Januari 2022 per telepon.

Baca juga: Pemprov NTT Berencana Bangun Pabrik Semen di Kupang

Ana Kolin mengatakan seharusnya video viral tersebut tidak disebarluaskan terlebih mempostingnya pada sejumlah grup media sosial.

Terkait permasalahan tersebut, pihaknya meminta kepada sekolah bersangkutan melalui guru Bimbingan Konseling memanggil oknum pelajar tersebut dengan memberikan bimbingan dan nasehat.

"Guru konseling wajib memanggil dan menasehati oknum pelajar itu melalui pendekatan psikologis, terutama mencari tahu permasalahan pribadi yang dihadapi oleh pelajar tersebut, sehingga dapat mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalahnya," pinta Ana.

Baca juga: Pemprov NTT Sidak Pasar, Jelang Natal dan Tahun Baru 2021

Menurutnya, setiap anak remaja baik perempuan maupun laki-laki memiliki kepribadian yang labil sehingga perlu ada pengertian dari guru wali kelas, bimbingan konseling, maupun kepala sekolah agar memberikan bimbingan kepada pelajar agar selalu disiplin terhadap aturan sekolah, serta menanamkan pendidikan moral di lingkungan sekolah.

"Apabila tidak membimbing pelajar dengan disiplin maka dia akan bertindak melanggar aturan sekolah dengan mencoba hal-baru demi pengakuan dan jati diri, sehingga membuatnya terjerumus dalam perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain," tambahnya.

Terkait dengan tumbuh kembang dari oknum pelajar bersangkutan, peran orangtua sangat penting, sebab waktu anak lebih banyak berada di rumah dibandingkan sekolah yang hanya 7-8 jam.

Baca juga: Pemprov NTT Minta Mantan Gubernur Frans Lebu Raya Dimakamkan di TMP Dharma Loka Kupang

"Para orangtua harus menanamkan sikap yang disiplin, saling menghargai dan menghormati kepada anaknya, dan ketika sudah menjadi budaya di dalam rumah, maka anak itu akan membawa perilaku yang baik saat berada di luar rumah dan berinteraksi dengan teman dan orang lain di lingkungan pendidikan yang dijalaninya," nilainya.

Selain itu, kasih sayang dan perhatian orangtua harus adil kepada anaknya terlebih jumlah anaknya lebih dari satu.

"Perlakuan yang berbeda terhadap anak akan mempengaruhi psikologi dari anak dan jika dibiarkan maka anak itu akan mencari pelampiasan di luar rumah, termasuk dalam pergaulannya akan mencari hal yang membuatnya nyaman, serta terjerumus ke dalam perilaku menyimpang," ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepada para tokoh agama juga bertanggungjawab dalam menanamkan pendidikan karakter kepada anak sebagai generasi penerus bangsa. (*)

Berita Pemprov NTT Terkini

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved