Berita Malaka
Pelayanan Vaksin Booster Belum Ada, Vaksinasi I di Malaka Sudah 75 Persen
Pelayanan vaksinasi booster yang telah dicanangkan pemerintah pusat secara serentak di Indonesia, belum ada di Kabupaten Malaka
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, BETUN - Pelayanan vaksinasi booster yang telah dicanangkan pemerintah pusat secara serentak di Indonesia, belum ada di Kabupaten Malaka.
Pemerintah Kabupaten Malaka bersama Polres Malaka juga jajaran TNI terus mendorong warga untuk bisa mengikuti vaksin dosis 1,2 dan 3. Sampai saat ini tercatat sudah 75 persen warga Malaka telah mendapatkan vaksin dosis 1.
Kepala Dinas Kesehatan Malaka, drg. Paskalis Frida Fahik kepada Pos-Kupang di Betun, Rabu 12 Januari 2022 menyampaikan bahwa vaksin booster sampai saat ini belum ada di Malaka.
"Vaksin Booster belum ada. Tapi bisa sambil jalan, yang penting ada vaksin dan sasaran digerakkan. Tapi karena belum ada maka sekarang fokus pada pelayanan vaksin dosis 1,2 dan 3 dulu. Untuk Vaksin Dosis I sudah mencapai 75 persen di Malaka," kata Paskalia.
Baca juga: Pemerintah Kabupaten Malaka Siap Amankan Perintah Terkait Pencabutan PPKM Level 3
Sementara Pemerintah Kabupaten Malaka terus berupaya agar masyarakatnya terhindar dari covid-19 dengan melakukan berbagai upaya yang signifikan.
Salah satu upaya serius adalah terus mengkampanyekan dan memperketat protokol kesehatan covid-19 di tengah masyarakat dan upaya akselerasi vaksinasi pada semua sasaran.
Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH mengatakan hal tersebut saat memimpin rapat Peningkatan Protokol Covid-19, Akselerasi Vaksinasi dan penyiapan Karantina Terpusat yang berlangsung di ruang rapat Bupati Malaka, Rabu 12 Januari 2022.
“Kabupaten Malaka hingga saat ini masih tetap berada di zona hijau sehingga upaya-upaya yang selama ini kita lakukan bersama elemen terkait seperti TNI dan Polri terus ditingkatkan, terutama yang berkaitan dengan protokol covid-19. Kita pastikan kondisi ini tetap dipertahankan,” kata Bupati Malaka.
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Vaksinasi di Kabupaten Malaka Sudah Habiskan 37.918 Dosis
Sehubungan dengan percepatan vaksinasi, Bupati yang berprofesi lawyer ini mengemukakan harus terus dibangun komunikasi yang intensif dan harmonis dengan instansi teknis, sehingga bisa diketahui perkembangan vaksinasi di wilayah Kabupaten Malaka.
Pasalnya, vaksin sekarang sudah menjadi kebutuhan, sehingga tetap ada pendekatan dengan seluruh lapisan masyarakat agar mendapatkan vaksinasi.
“Saya melihat bahwa data yang ada di wilayah kita masih belum sinkron dan akurat, sehingga harus terus diklarifikasi antara Dinas Kesehatan, TNI dan Polri sehingga data yang dilaporkan ke pusat dapat dibaca dengan baik,” ujar Simon.
Sedangkan soal ketersediaan vaksin, Bupati Malaka memerintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk tetap membuat laporan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan meminta kuota vaksin dosis satu, dua dan tiga bagi Kabupaten Malaka untuk melayani masyarakat.
Berbicara tentang penyiapan tempat karantina, Bupati Simon Nahak memberikan gagasan untuk bekerja sama dengan pihak hotel yang ada di Malaka, sehingga orang yang masuk ke Kabupaten Malaka dan terindikasi covid-19, diarahkan dan dipusatkan pada satu lokasi.
“Dalam waktu dekat para pemilik hotel diundang untuk membicarakan hal ini. Karena jika kita mau membangun tempat karantina yang baru, pasti memakan waktu yang lama,” tandas Simon.