Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak

Kasus Astri dan Lael, Prof Alo Liliweri Sampaikan Terima Kasih Bagi Media Sosial

Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Prof Alo Liliweri Sampaikan Terima Kasih Bagi Media Sosial

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.GAHARUNEWS
TALKSHOW - Prof. Alo Liliweri saat memberikan pandangannya dalam talkshow di GaharuNews. Rabu 12 Januari 2022 

Laporan Kontributor POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Kasus dugaan pembunuhan terhadap Astri Manafe dan Lael Maccabe terus mengundang perhatian dari semua pihak di NTT, hingga di luar NTT, termasuk para  ahli.

Professor Alo Liliweri, dalam talk show GaharuNews, Rabu 12 Januari 2022 sore. Dalam diskusi itu, Prof Alo Liliweri menyebut semua pihak harus menyampaikan ucapan terima kasih kepada media sosial karena tanpa media itu, kasus seperti ini mungkin akan hilang.

"Saya pikir baik polisi, pengacara maupun publik,  ahli hukum dan termaksud saya berterima kasih kepada media sosial. Seandainya media sosial itu tidak ada sekarang maka perkara ini tidak ada sekarang. Mungkin bahkan setelah penemuan jenazah sudah selesai. Kita juga tidak tahu perkembangannya," jelasnya. 

Dia menyebut, dengan adanya media sosial itu perkembangan kasus ini terus diketahui, terlepas benar atau salah. Yang kemudian bisa diluruskan oleh yang berwenang.

Baca juga: Kapolda NTT Klaim Kasus Pembunuhan Astri dan Lael Akan Terungkap Terang Benderang di Persidangan

Pakar komunikasi itu, mencontohkan kasus yang terjadi di Subang Jawa Barat. Dalam amatnya terhadap kasus pembunuhan ibu dan anak pada 18 Agustus.

Prof Alo menjelaskan, dalam ilmu kepolisian selalu digunakan dua metode dalam melakukan penyelidikan ataupun penyidikan. Metode pertama yakni pola induktif.

Terhadap kasus Subang, polisi menggunakan metode induktif dengan memeriksa 51 saksi. Dari tukang serabi, sopir yang lewat hingga tukang cuci mobil diminta keterangan. Dari itu, kemudian Polisi menarasikan dan melihat, pembunuhan itu terjadi pada kapan.

Pada kasus yang terjadi di Astri Manafe dan Lael Maccabe, Prof Alo menyebut polisi menggunakan metode deduktif. Ketika tersangka RB alias Randi menyerahkan diri, barulah polisi melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Aliansi Nyanyikan Lagu Didoa Ibuku di Polda NTT

Dalam pengembalian berkas itu, kata Prof Alo,  polisi bisa menggunakan metode pilihan dalam melengkapi berkas.

Dia menegaskan, polisi juga harus mendengar apa yang disampaikan publik sebagai sesuatu yang induktif. Disebutkan juga, semakin lama proses itu tidak diurus, persepsi publik juga akan semakin meningkat.

"Makin cepat selesai, makin bagus. Kalau semua metode, seluruh kecakapan polisi dikeluarkan makin cepat selesai. Bapa punya prestasi akan naik, kami di keluarga juga akan senang," kata dia. (*)

Berita Lain Pembunuhan Ibu dan Anak

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved