Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak

Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Randi Diperiksa Lie Detector Selama Lima Jam

Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Randi Badjideh Diperiksa Lie Detector atau Tes Kebohongan Selama Lima Jam

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Yance Thobias Mesah, S.H 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Tersangka kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee, Randi Bajideh diperiksa penyidik Direskrimum Polda NTT selama lima jam pada Jumat 7 Januari 2022. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan tambahan dengan Lie Detector atau tes kebohongan.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Penasihat Hukum Randi, Yance Thobias Mesah,S.H, Selasa 11 Januari 2022.

Menurut Yance, klien mereka sudah diperiksa pada Jumat 7 Januari 2022 lalu. Pemeriksaan itu adalah pemeriksaan tes kebohongan.

"Jadi benar bahwa klien kami diperiksa  pada Jumat 7 Januari 2022 lalu berkaitan dengan tes kebohongan. Pemeriksaan dilakukan dari pukul 14.00 wita  -19.00 wita dan diikuti dengan baik sampai selesai," kata Thoby sapaan akrab Yance Thobias Mesah.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Banmus DPRD NTT Agendakan Pertemuan dengan Kapolda NTT

Ditanyai soal hasil pemeriksaan, ia mengatakan, hasil pemeriksaan merupakan kewenangan penyidik.

Dijelaskan, sebelum pemeriksaan, dirinya selaku Ketua Tim Penasihat Hukum dan Benny Taopan yang mendampingi.

"Kami tanda tangan berita acara. Klien kami juga mengikuti pemeriksaan dengan baik," katanya.

Dikatakan, klien mereka  siap diperiksa bahkan siap menjawab pertanyaan dari ahli.

Sedangkan soal berkas yang sudah dikembalikan JPU ke penyidik, dia mengatakan, P-19 dalam hukum pidana itu selalu ada.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Aliansi Nyanyikan Lagu Didoa Ibuku di Polda NTT

"Kalau bicara P-19 itu memang dalam hukum pidana seperti itu, bolak-balik berkas itu di mana-mana. Kalau ada anggapan yang bilang adanya orang yang sebagai pahlawan dan memberi dokumen sehingga memberi petunjuk JPU kembalikan berkas ke penyidik itu terlalu dini menilai," katanya.

Dikatakan, sampai ada petunjuk tidak terpenuhi dan jika hasil tes kebohongan , maka bukan Randi sebagai pelaku, maka penyidik  tetapi bukti-bukti yang ada mengarah pada Randi.

Terkait saksi lain yang diperiksa, ia mengatakan , pihaknya hanya fokus mendampingi klien mereka. (*)

Berita Lain Pembunuhan Ibu dan Anak

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved