Berita Nasional

Pangdam IX Udayana Berpeluang Jadi Pangkostrad, Begini Pesan TB Hasanuddin Kepada Panglima TNI

Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dinilai pantas mengisi jabatan Pangkostrad yang selama ini fakum. Saat ini jabatan itu masih lowong

Editor: Frans Krowin
Kompas.com
Mayjen TNI Maruli Simanjuntak 

POS-KUPANG.COM - Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dinilai pantas mengisi jabatan Pangkostrad yang selama ini fakum.

Jabatan Pangkostrad itu belum terisi semenjak Jenderal TNI Dudung Abdurachman dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD).

Dudung Abdurachman menggantikan posisi Jenderal Andika Perkasa yang diangkat Presiden Jokowi menjadi Panglima TNI.

Terhadap kondisi tersebut, anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin pun memberikan pesan khusus kepada Andika Perkasa tentang sosok Pangkostrad.

TB Hasanuddin yang juga kader PDIP itu berharap Panglima TNI segera mengomunikasikan kepada presiden tentang fakumnya jabatan strategis tersebut.

"Sebagai satuan komando dan satuan besar di jajaran TNI AD, sebaiknya Pemerintah sq Panglima TNI segera mengisi posisi yang kosong setelah Jendral Dudung Abdurachman ditunjuk menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Bahwa jabatan Pangkostrad harus atas restu Presiden, tapi mesti segera dikomunikasikan," pesan TB Hasanuddin.

Seperti dilansir dari Tribunnews, TB Hasanuddin mengatakan, bahwa meski jabatan Pangkostrad belum terisi tapi itu tak mengganggu institusi tersebut.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Marah Besar,Panglima TNI Perintahkan 3 Oknum AD Penabrak Sejoli Dipecat

Pasalnya, ada Kepala Staf Kostrad yang dapat mengatur aktivitas institusi tersebut. Apalagi panglima divisi di bawah Kostrad juga ada .

"Memang belum terisinya jabatan Pangkostrad itu tak ada masalah karena operasional lembaga itu masih tetap jalan."

Akan tetapi, katanya, alangkah baiknya posisi Pangkostrad jangan terlalu lama fakum. Karena posisi ini sangat strategis di angkatan darat sebagai Kotama terbesar," ucapnya.

Untuk diketahui, jabatan Pangkostrad masih lowong setelah Jenderal Dudung Abdurachman dilantik jadi KSAD pada 17 November 2021.

Sementara itu, Panglima TNI Andika Perkasa mengungkapkan, pihaknya masih menunggu sidang Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) terkait perwira tinggi yang akan mengisi posisi Pangkostrad.

Jenderal Andika Perkasa menjelaskan, hasil sidang Wanjakti tersebut nantinya akan dilaporkan dan diputuskan Presiden Joko Widodo.

"Kita menunggu Wanjakti, sidang Wanjakti, nanti pasti akan dilaporkan ke Presiden.

Dialah yang akan menentukan," ujar Jenderal Andika Perkasa di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta, Selasa 28 Desember 2021.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Mabesal, Jakarta baru-baru ini.
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Mabesal, Jakarta baru-baru ini. (Dispenal)

Saat ini posisi Pangkostrad mengalami kekosongan setelah Jenderal Dudung Abdurachman dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Sebelumnya, Dudung Abdurachman mengatakan, kandidat Pangkostrad pengganti dirinya akan dilaporkan terlebih dulu kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Setelah itu, laporan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Meski demikian, Dudung tidak mengungkapkan siapa nama-nama kandidat yang dimaksud, termasuk nama Pangdam IX/Udayana Mayjen Maruli Simanjuntak yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti dirinya pun tidak disinggungnya.

Baca juga: TNI-Polri Terlibat Bentrok, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Beri Peringatan Keras

Pengamat Pasang Kriteria Pangkostrad

Sebelumnya, Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati membeberkan kriteria Panglima Kostrad ( Pangkostrad) baru pengganti Jenderal Dudung Abdurachman.

Menurut Mantan anggota Komisi I DPR RI yang akrab disapa Nuning itu, saat ini dibutuhkan sosok Pangkostrad yang memiliki kemampuan Network Centric Warfare.

Nuning menjelaskan, Network Centric Warfare merupakan sistem pertahanan negara yang jauh lebih efektif dan efisien untuk hadapi ancaman militer dan non-militer.

"Jika kita lihat dari situasi kondisi sekarang dibutuhkan seorang Pangkostrad yang memiliki kemampuan Network Centric Warfare," kata Nuning, melansir dari Tribunnews.com, Minggu (21/11/2021).

Selain itu, kata Nuning, dibutuhkan juga sosok Pangkostrad yang berpengalaman di bidang intelijen.

"Kemampuan dan pengalaman seorang Pangkostrad di bidang intelijen juga sangat dibutuhkan," kata Nuning.

Nuning menjelaskan Kostrad didirikan untuk menghadapi ancaman negara.

Berdasarkan Surat Keputusan Pangab Nomor: Kep/09/III/1985 tanggal 6 Maret 1985 tentang Pokok-Pokok Organisasi dan tugas Kostrad, kata dia, diatur bahwa Kostrad sebagai Komando Utama Pembinaan berkedudukan langsung di bawah KSAD.

Sedangkan sebagai Komando Utama Operasional, kata dia, Kostrad berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI.

Selain itu, kata dia, Kostrad memiliki tugas pokok membina kesiapan operasional atas segenap jajaran Komandonya dan menyelenggarakan Operasi Pertahanan Keamanan tingkat strategis sesuai dengan kebijaksanaan Panglima TNI.

"Guna melaksanakan tugas tersebut Kostrad menyelenggarakan dan melaksanakan fungsi utama dalam pengembangan kekuatan, pertempuran dan administrasi, fungsi organik militer baik intelijen, operasi dan latihan, pembinaan personel, logistik, dan teritorial serta fungsi organik pembinaan dalam perencanaan, pengendalian dan pengawasan," kata dia.

Baca juga: Pangdam IX/Udayana Datangi Desa Oeltua Kabupaten Kupang

Mayjen TNI Maruli Simanjuntak Layak Jadi Pangkostrad

Seperti diketahui, jabatan Pangkostrad kosong setelah Jenderal TNI Dudung Abdurachman diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang promosi sebagai PanglimaTNI.

Sosok Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang kini menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana dinilai layak menggantikan Jenderal Dudung Abdurachman.

Saat kabar itu dikonfirmasi ke Jenderal Dudung, mantan Pangkostrad ini mengaku belum mendengar.

"Belum tahu sampai sekarang," kata Dudung usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu 17 November 2021, dilansir dari Tribunnews.

Dudung mengatakan ia akan melaporkan langsung kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengenai nama penggantinya.

Nantinya, ujar Dudung, laporan tersebut akan diteruskan Andika kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Nanti akan kami laporkan kepada Panglima TNI dan nanti akan dilaporkan kepada Bapak Presiden," ungkapnya.

Ia juga tak mau berspekulasi soal nama yang santer akan menggantikan dirinya sebagai Pangkostrad, yakni Pangdam Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Lalu, siapa sebenarnya Mayjen TNI Maruli Simanjuntak?

Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dilantik oleh KSAD Jenderal Andika Perkasa menjadi Pangdam IX/Udayana pada Senin, 23 November 2020.

Menurut profil dan biodata Mayjen TNI Maruli Simanjuntak di Wikipedia, perwira tinggi TNI AD ini sebelumnya menjabat sebagai komandan Paspampres Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mayjen TNI Maruli Simanjuntak lahir di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 27 Februari 1970.

Maruli merupakan lulusan Akademi Militer 1992, serta berpengalaman dalam Infanteri (Kopassus) dan Detasemen Tempur Cakra.

Maruli menikah dengan Paulina Pandjaitan, putri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Jenderal TNI (HOR) Luhut Binsar Panjaitan.

Mengutip Kompas.com, Maruli adalah lulusan Akademi Militer 1992 yang berpengalaman di Infanteri Kopassus dan Detasemen Tempur Cakra.

Baca juga: Kades Ragukan Pompa Hidram, Pangdam IX/Udayana Datangi Desa Oeltua Kabupaten Kupang

Sebelum menjabat sebagai Pangdam Udayana, Maruli merupakan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres).

Ia ditunjuk menjadi Danpaspampres pada November 2018.

Kala itu, ia menggantikan Mayjen (Mar) Suhartono yang dirotasi menjadi Komandan Korps Marinir.

Berikut Riwayat Jabatan selengkapnya:

- Komandan Denpur Cakra (2002)

- Pabandya Ops Mako Kopassus (2005-2008)

- Danyon 21 Grup 2 Kopassus (2008-2009)

- Dan Sekolah Komando Pusdik Passus (2009-2010)

- Wadan Grup 1 Kopassus (2010-2013)

- Dan Grup 2 Kopassus (2013-2014)

- Asops Danjen Kopassus (2014)

- Dan Grup A Paspampres (2014-2016)

- Danrem 074/Warastratama (2016-2017)

- Wadanpaspampres (2017-2018)

- Kasdam IV/Diponegoro (2018-2018)

- Komandan Paspampres (2018-2020)

- Pangdam IX/Udayana (2020). (*)

Berita Terkait Ada Di Sini

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved