Berita Malaka

Jembatan Alternatif Roboh, Warga Estafet Jalan Kaki di Jembatan Merah-Putih Benenai

Kendaraan dari arah barat seperti dari Kupang dan beberapa kecamatan di sekitaran Benenai termasuk dari Betun, Ibu kota Malaka

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/EDY HAYONG
JALAN KAKI - Para pejalan kaki melintasi jembatan utama Benenai yang dicat berwarna Merah-Putih, Jumat 7 Januari 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN -- Banjir kiriman dari wilayah hulu terutama dari Kabupaten TTS, TTU dan Belu, berdampak serius pada jembatan alternatif yang dibangun pasca robohnya jembatan utama di DAS Benanai di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Gerusan banjir yang cukup deras menyebabkan pengaman badan jembatan alternatif  yang terbuat dari bronjong miring dan roboh,  sehingga kendaraan roda empat maupun enam atau sejenisnya tidak bisa melintas. 

Untuk mobilisasi orang tetap berjalan normal walaupun dengan berjalan kaki estafet di atas jembatan utama yang kini dicat warna Merah-Putih yang masih dalam proses pengerjaan oleh PT WIKA selaku kontraktor pelaksana.

Pantauan Pos-Kupang, jembatan altenatif yang dibangun  PT.WIKA selaku kontraktor pelaksana pembangunan jembatan utama Benenai saat ini tidak bisa dipergunakan lagi. Jebolnya jembatan alternatif ini mencapai puncak pada Rabu 5 Januari 2022.

Baca juga: Wabup Malaka Apresiasi Capaian Kinerja UPT Penda NTT Wilayah Malaka

Hujan deras sehari penuh menyebabkan bronjong penyangga jembatan darurat roboh sehingga arus kendaraan baik roda dua, roda empat maupun roda enam macet total termasuk pejalan kaki.

Kendaraan dari arah barat seperti dari Kupang dan beberapa kecamatan di sekitaran Benenai termasuk dari Betun, Ibu kota Malaka tidak bisa melintas. 

Pemilik Kendaraan menurunkan  penumpang di pinggir jembatan  kemudian estafet dengan berjalan kaki melintasi jembatan utama yang sedang dalam pengerjaan untuk melanjutkan perjalanan kembali.

" Harapan kami selaku pengguna jalan agar pemerintah dan pihak kontraktor  yang mengerjakan jembatan utama bisa segera tuntaskan agar warga bisa gunakan. Kita tidak bisa salahkan siapapun karena ini bencana alam tapi syukur jembatan utama masih bisa digunakan untuk warga melintas walau harus bersusah payah," ujar Herminus Klau, warga Desa Kakaniuk.

Baca juga: DPC Demokrat Malaka Hormati Keputusan DPP Penetapan Leo Lelo

Pada Senin 3 Januari 2022), Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH setelah menerima laporan tentang kondisi jembatan alternatif yang terancam roboh itu, langsung turun ke lokasi.

Dikatakan Simon, banjir kiriman dari daerah hulu Sungai Benenai  akibat curah hujan dengan volume yang cukup tinggi sejak  Minggu 2 Januari 2022.

Akibatnya jembatan alternatif Benenai di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman mengalami kemiringan yang cukup tajam. 

Dampaknya,  jalur jembatan alternatif ini hanya bisa dilewati manusia, kendaraan roda dua dan sejenisnya. Sementara kendaraan roda empat harus parkir di bibir sungai sambil menunggu waktu, kapan bisa melintas.

Baca juga: Belum Capai 70 Persen Vaksinasi, Bupati Malaka Gelar Rapat Sinkronisasi Data

"Saya datang untuk melihat dari dekat kondisi jalan dan jembatan alternatif. Karena sesuai laporan yang saya terima sejak dini hari tadi, jalan di sisi Timur tergerus air akibat kiriman dari daerah hulu sungai," kata Bupati Simon.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved