Berita NTT

Partai Gerindra NTT Belum Tentukan Calon Kepala Daerah Pemilu 2024, Ini Penjelasan Esthon Foenay

DPD Partai Gerindra NTT Belum Tentukan Calon Kepala Daerah untuk Pemilu 2024, Ini Penjelasan Esthon Foenay

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Ketua DPD Partai Gerindra NTT, Esthon Foenay 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belum menentukan calon kepala daerah yang akan diusung dalam pilkada 2024 mendatang.

Hal ini diungkapkan Ketua DPD Partai Gerindra NTT, Esthon L. Foenay, Jumat, 07/01/2022.

"Sementara ini kita masih konsolidasi untuk manajemen organisasi tetapi sekaligus kita mulai inventarisir potensi - potensi SDM yang ada untuk nanti tampil baik itu legislatif untuk tingkat Kabupaten/ Kota, Tingkat Provinsi dan juga DPR ditingkat pusat," kata Esthon. 

"Kedua, juga karena ini konsolidasi manajemen organisasi dan juga SDM barangkali juga yang punya keinginan untuk jadi calon Kepala Daerah termasuk Walikota baik Kepala Daerah maupun wakil Kepala Daerahnya. Untuk Kepala daerah belum (menjatuhkan pilihan)," lanjutnya.

Baca juga: Gerindra NTT Terkait Status Kewarganegaraan Orient: Jangan Korbankan Suara Rakyat

Dikatakan Esthon, pihaknya sudah beberapa kali membicarakan perihal calon Kepala Daerah pada saat pertemuan di beberapa daerah tapi masih belum ada yang menyatakan diri siap. 

"Karena ini Rote, Manggarai, Kota Kupang, TTS, Manggarai Timur, kami belum ada yang angkat tangan tapi kita kasih kesempatan, kita terbuka siapa saja. Kita akomodir dulu inventarisir nanti tentu disesuaikan dengan mekanisme dan ketentuan yang ada," jelas Esthon. 

Sebagai pemimpin Esthon melihat, anak - anak muda NTT saat ini, terutama yang sekarang diorganisir oleh Pemuda Indonesia Raya sebenarnya cukup banyak.

"Saya lihat itu semangat dan partisipasi tapi saya terus terang secara kualitas saya belum punya ukuran," ujar Esthon.

"Artinya kita sesuaikan juga dengan dinamika perkembangan dunia karena sekarang ini dunia juga meletakkan kaum millenial sebagai prioritas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di segala bidang tapi tidak semua. Tentu dibutuhkan juga senior senior agar sekaligus melakukan pembinaan," jelasnya.

Selain itu, anak muda juga masih harus belajar berpolitik dalam irama budaya Bangsa Indonesia karena menurut Esthon, kadang - kadang retorika dan emosional sudah tidak lagi menganggap sebagai saudara, persahabatan sebagai kader yang punya niat yang sama. 

"Ini juga mesti melalui satu pendidikan kader yang lebih harmonis," tandasnya.

Esthon juga menekankan yang paling penting bagi para kader adalah satu kesadaran berbangsa bernegara dan bangga membangun daerah, bangga membangun kelurahan, bangga membangun diri sendiri dalam kebersamaan. 

"Jadi jangan sampai terlalu ambisius sehingga lupa teman, lupa saudara. Mau bangun Gerindra jangan hanya untuk Gerindra tapi membangun Gerindra untuk kepentingan bersama, untuk kepentingan rakyat tanpa melihat dari agama mana, dari suku mana, yang penting adalah dalam satu kesatuan NKRI. itu yang penting," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved