Berita Ende
Kapolsek Ipda Kamaludin Imbau Nelayan Pulau Ende Waspada Cuaca Ekstrim
Korban dalam posisi tengkurap dan terliit tali nilon yang terhubung dengan perahu milik korban
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti
POS-KUPANG.COM, ENDE -- Kapolsek Pulau Ende, Ipda Kamaludin, mengimbau agar nelayan di Pulau Ende, Kabupaten Ende, lebih waspada saat melaut.
Imbauan Ipda Kamaludin, disampaikan pasca ada nelayan di Pulau Ende yang tenggelam pada Minggu 2 Januari 2022.
Ipda Kamaludin menguraikan, saat ini, kondisi cuaca memang sedang tidak bersahabat.
"Saya minta warga Pulau Ende, yang sebagian besar adalah nelayan, untuk selalu berhati - hati saat melaut," kata Ipda Kamaludin, Selasa 4 Januari 2022.
Mengenai, penemuan jenazah Mursalim Bima (36) seorang nelayan Pulau Ende di dasar laut pada Minggu 2 Januari 2022, proses evakuasi korban dan pemakaman berjalan lancar.
Baca juga: Mantan Wakil Ketua DPRD Ende Minta Maaf dan Klarifikasi Catatan Bayar ke Jaksa
Ipda Kamaludin menguraikan, Mursalim pertama kali ditemukan oleh, rekan Mursalim yakni, Ardin Abubekar dan Abdulah Sikka.
Ardin dan Abdullah, kata Ipda Kamaludin, menemukan Mursalim di dasar laut, Paribajo dalam kondisi tak bernyawa.
"Korban dalam posisi tengkurap dan terliit tali nilon yang terhubung dengan perahu milik korban," kata Ipda Kamaludin.
Setelah mendapat informasi dari warga dan Pemerintah desa setempat, aparat Polsek Pulau Ende, dibawah komando Ipda Kamaludin, langsung bergerak untuk evakuasi korban.
Mereka menggunakan perahu nelayan. Namun untuk memperlancar proses evakuasi, Ipda Kamaludin berenang. Pasalnya, mereka kesulitan membuka lilitan tali nilon pada tubuh korban.
Menurutnya, tidak ada tanda - tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga, terutama istri dan anak - anak korban, lanjutnya, menerima dengan ikhlas kematian Mursalim.
"Istri, anak dan keluarga korban menerima dengan ikhlas atas meninggalnya korban sebagai musibah dan bersedia membuat pernyataan menolak untuk diotopsi terhadap jenazah korban," jelasnya.
Terkait kronologi kejadian, Ipda Kamaludin menguraikan, sekitar pukul 01.00 wita dini hari, Ardin Abubekar, sempat duduk bercerita dengan korban di Pantai Paribajo.
Sejam kemudian, korban pamit untuk melaut (mencari ikan dengan cara menyelam, memanah ikan), menggunakan sampan jenis fiber milik korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ipda-kamaludin-imbau-nelayan-pulau-ende-waspada-cuaca-ekstrim.jpg)