Berita Borong

Tak Lagi Pakai DAU, UPTD SPAM Matim Kini Mandiri Untuk Biaya Kebutuhan Belanja Operasional

UPTD SPAM Manggarai Timur (Matim) tidak lagi menggunakan DAU untuk Subsidi, namun kini mandiri untuk membiayai kebutuhan belanja operasional dengan ca

Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kepala UPTD SPAM Manggarai Timur, Fransiskus Y. Aga. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | BORONG---UPTD SPAM Manggarai Timur (Matim) tidak lagi menggunakan DAU untuk Subsidi, namun kini mandiri untuk membiayai kebutuhan belanja operasional dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan sehingga terjadi peningkatan pendapatan jasa layanan air minum.

Kepala UPTD SPAM Manggarai Timur, Fransiskus Y. Aga, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 4 Januari 2021, menjelaskan, berdasarkan peraturan Bupati Manggarai Timur Nomor 23.a Tahun 2014 tentang tarif air minum pada BLUD SPAM kabupaten Manggarai Timur, untuk tarif jasa layanan air minum dibagi dalam empat kelompok. Kelompok 1 untuk kelompok sosial seperti sekolah, gereja, mesjid dan sebagainya membayar dengan dibawah tarif dasar dimana sebesar Rp1.600/meter kubik.

Kelompok 2 yakni kelompok rumah tangga dan instansi pemerintahan dengan membayar retribusi sesuai tarif dasar Rp2.000/meter kubik. Kelompok 3 yaitu untuk kelompok niaga seperti toko, bank dan pengusaha lainya dimana membayar retribusi dengan tarif Rp3.000/meter kubik. 

Sedangkan untuk kelompok 4 untuk pengguna Tanki air, pengguna pelabuhan, kata Fransiskus, UPTD SPAM Matim kini belum mempunyai.

"Kelompok 4 ini kita belum punya, kita baru 3 kelompok itu. Dari 3 kelompok ini dilihat dari masing-masing penggunaannya,"jelasnya.

Fransiskus, mengaku Salah satu kendala dalam pengembangan pelayanan air minum oleh UPTD SPAM adalah harga jual atau tarif yang dikenakan kepada pelanggan masih belum memenuhi syarat pemulihan atau full cost recovery (FCR). 

"Artinya seluruh tarif itu seharusnya bisa mengembalikan seluruh biaya yang dibutuhkan dan kita belum sampai kesana,"ungkapnya.

Dikatakan Fransiskus, dari seluruh tarif yang ditentukan untuk tiga kelompok itu, sebagain masih disubsidi yakni dari kelompok sosial dimana membayar jasa pelayanan air minum dibawa tarif dasar.

"tarif dasar kita mesti di Rp2000/meter kubik, tetapi masih ada untuk kelompok sosial yang membayar Rp1.600/meter kubik dibawa tarif dasar,"jelasnya.

Fransiskus juga menjelaskan untuk kelompok sosial membayar dibawa tarif dasar karena ada subsidi sesuai peraturan menteri terkait. 

"Sehingga sistem subsidi silang, kelompok khusus sosial membayar dibawa tarif dasar Rp1600/meter kubik, nanti yang kurang Rp400/meter kubik ini akan ditutupi pemerintah melalui dana alokasi umum (DAU),"jelas Fransiskus.

Meski demikian, kata Fransiskus, kini sejak Oktober sampai Desember 2020, BLUD-SPAM Manggarai Timur sudah bisa keluar dari zona itu dimana tidak menggunakan dana DAU lagi untuk subsidi. Namun UPTD SPAM benar-benar memaksimalkan dari usaha sendiri.

Dikatakan Fransiskus, untuk membiayai kebutuhan belanja operasional UPTD SPAM dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan sehingga terjadi peningkatan pendapatan jasa layanan air minum. Untuk kelompok sosial yang membayar di bawah tarif dasar dan yang seharusnya disubsidi oleh pemerintah sudah dilakukan melalui peningkatan pendapatan pada kelompok rumah tangga, instansi pemerintahan dan niaga.

Hal yang sama juga Kata Fransiskus untuk Tahun 2021 dan Tahun 2022 dimana tidak menggunakan dana DAU alias Rp 0 DAU.

Menurut Fransiskus, UPTD sendiri harus mempunyai arah sebenarnya adalah untuk peningkatan PAD dan kemandirian. Sebab ketika UPTD dibentuk dan masih mengharapkan DAU sebaiknya dipertimbangkan kembali. 

Fransiskus juga mengatakan, UPTD SPAM Matim sudah memperoleh hasil dari jasa pelayanan air minum bersih lebih dari target yang ditentukan. Prosentasi sampai dengan Desember untuk Tahun 2021 sebesar 112 persen atau Rp 2,8 miliar dari target Rp 2,5 miliar. (*)
 

Berita Manggarai Timur :

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved