Minggu, 10 Mei 2026

Berita Pemprov NTT

Non Performing Loan Bank NTT di Akhir Tahun 2021 2.65 

salah satu industri yang dapat mendukung perekonomian NTT, yakni adanya PT. Muria Sumba Manis (MSM) di Sumba Timur.

Tayang:
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alex Riwu Kaho didampingi Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional, Hilarius Minggu dan Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe saat acara Media Gathering di Sonaf Room Suba Suka Paradise, Kota Kupang, Kamis 30 Desember 2021. 

Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh mengatakan, Bank NTT akan terus menggenjot potensi yang ada.

"Tetap kita genjot sebagaimana visi Bank NTT yakni menggali potensi yang ada di daerah. Semua itu pun kita terus kembangkan sehingga pembiayaan-pembiayaan di sisi tiga sektor, yakni sektor pertanian, peternakan dan sektor perikanan, bisa dimaksimalkan di desa-desa," kata Paulus.

Dikatakan, pihakya  juga akan terus  memberdayakan Bumdes-Bumdes yang ada di setiap desa, khususnya program pembiayaan di sektor pertanian serta pembiayaan ekosistem pertanian dalam program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan ini sudah dilaksanakan.

"Target kita sesuai hasil rekapan untuk Calon Petani,Calon Lahan (CPCL) sekitar Rp 3 miliar lebih dan mudah-mudahan lebih lagi sesuai hasil verifikasi data dari teman-teman di Kantor Cabang," katanya.

Dikatakan, untuk tahun depan, pihaknya akan lebih konsentrasi pada sektor UMKM, mengelola dan memanejemen tata kelola risiko dari sisi kredit.

"Ini hal yang sangat penting, sehingga jangan sampai kita melakukan ekspansi, tetapi kita mengabaikan semua risiko-risiko yang ada di sisi kredit. Ini menjadi pembelajaran kita sehingga Bank NTT kedepan, bisa memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi sektor UMKM yang ada di NTT," katanya.

Dikatakan, seperti yang sudah disampaikan oleh Dirut bahwa di tahun 2021 ini telah melaunching pinjaman daerah menggunakan aplikasi B-Pung Mobile, yang mana bisa menginisiasi pinjaman untuk kredit multiguna dan kredit merdeka.

"Ini yang kita ubah dalam.pola dan cara kerja dari sisi kredit sehingga pembenahan-pembenahan lebih baik dapat kita laksanakan sesuai dengan prinsip manajemen risiko yang lebih baik.Intinya bahwa kami dari direktorat kredit/bidang kredit akan terus berikan  kontribusi maksimal dalam pertumbuhan ekonomi di NTT dengan melakukan pembiayaan untuk sektor UMKM yang menjadi konsep kita kedepan," katanya..

Direktur Teknologi Informasi dan Operasional, Hilarius Minggu mengatakan, mengatakan, proses kredit saat ini sudah berbeda dengan sebelumnya, yakni seperti yang telah disampaikan oleh Direktur Kredit bahwa ada perubahan dalam sistem kredit.

"Kalau yang kemarin-kemarin, pemberian kredit itu yang terlibat hanya orang-orang kredit, tetapi saat ini setelah dilaunchingnya Go TKB 2 itu maka dari manajemen risiko sudah terlibat. Terlibatnya bukan satu kali, tetapi sebelum pimpinan memutuskan kredit, harus diajukan ke teman-teman di manajemen risiko untuk melakukan check list kelengkapan dokumen, proses, prospek usahanya kemudian dikembalikan ke jajaran kredit untuk melengkapi data. Sebelum cair dana, dilakukan check list," jelasnya.

Dikatakan, poin tersebut yang dilihat OJK sehingga OJK mempercayakan Bank NTT sebagai bank yang sehat.(*)

Berita Pemprov NTT Terkini

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved