Berita Pemprov NTT
Non Performing Loan Bank NTT di Akhir Tahun 2021 2.65
salah satu industri yang dapat mendukung perekonomian NTT, yakni adanya PT. Muria Sumba Manis (MSM) di Sumba Timur.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, KUPANG --Angka rasio Non Performing Loan (NPL) Bank NTT pada Desember tahun 2021 sebesar 2.65.
Jika dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 4.48.
Hal ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alex Riwu Kaho, pada acara Media Gathering Akhir Tahun 2021 PT. BPD NTT di Sonaf Room Suba Suka Paradise, Jalan Timor Raya, Kota Kupang, Kamis 30 Desember 2021.
Hadir pada acara ini, Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional, Hilarius Minggu dan Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe.
Acara Media Gathering akhir tahun ini dipandu oleh Konsultan Humas Bank NTT, Stenly Boymau.
Menurut Alex, di tahun 2021, NPL Bank NTT 2.65 dan apabila dibandingkan tahun lalu, NPL Bank NTT 4.48.
Baca juga: Kinerja Bank NTT Tumbuh di Tengah Tantangan Pandemi Covid-19
"Tahun lalu NPL Bank NTT 4.48 dan tahun ini kita upayakan ada pada angka 2.65.
Ini komitmen kuat dari semua komponen di Bank NTT dan semua jajaran dan puji Tuhan NPL kita tahun ini 2.65," kata Alex.
Selain itu, lanjutnya, pencapaian tingkat kesehatan Bank NTT Sehat menjadi momentum bank untuk realisasi rencana strategis menjadi Bank Devisa.
"Rencana strategis menjadi Bank Devisa mulai dipersiapkan dalam tahun 2021 dengan target di tahun 2023 ,Bank NTT menjadi Bank Devisa," katanya.
Dikatakan, sumber devisa yang bisa menunjang PAD adalah seperti transaksi ekspor dan impor.
Selama ini, lanjutnya, komoditi asal NTT keluar dari provinsi lain sehingga NTT kehilangan devisa tersebut.
"Karena itu, dengan hadirnya terminal Peti Kemas, industri Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sumba, Peternakan di Sumba, Pariwisata di Labuan Bajo dan daerah lainnya. Rantai pasok ini bisa memenuhi kebutuhan di daerah pariwisata," kata Alex.
Dijelaskan, salah satu industri yang dapat mendukung perekonomian NTT, yakni adanya PT. Muria Sumba Manis (MSM) di Sumba Timur.
"Kita berharap industri gula di Sumba yang diproduksi oleh PT. MSM bisa memberikan pertumbuhan ekonomi NTT. Tentu sudah ada komitmen untuk ekspor, dan devisa bisa diterima negara dan juga oleh pemda sesuai kebijakan hasil yang diterima," katanya.
Alex juga mengatakan, pihaknya bisa berjalan karena adanya dukungan dari media yang ada selama ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/harry-alex-riwu-kaho-didampingi-direktur-kredit-paulus-stefen-messakh.jpg)