Berita Ende
Penumpang Kapal Turun Drastis, Kepala Pelni Ende Sebut Banyak yang Belum Divaksin Covid-19
Jumlah Penumpang Kapal Turun Drastis, Kepala Pelni Ende Sebut Banyak yang Belum Divaksin Covid-19
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti
POS-KUPANG.COM, ENDE - Loket pelayanan di Kantor PT. Pelni Cabang Ende tampak lengang. Hanya ada satu calon penumpang yang tengah mengurus tiket berlayar, Selasa 28 Desember 2021.
Kepala Pelni Cabang Ende, Wawan Kurniawan, saat ditemui POS-KUPANG.COM, di ruang kerjanya, menyebut, di periode Natal dan Tahun Baru 2021-2022, penumpang Pelni di Ende memang sedang turun drastis.
"Waduh memang sedang turun. Turun sampai tiga puluh persen jika dibandingkan dengan tahun lalu (2020) di periode yang sama. Tetapi kita tetap beroperasi," kata Wawan.
Menurutnya, salah faktor menurunnya pergerakan penumpang Pelni yakni banyak calon penumpang yang tidak memenuhi syarat keberangkatan, yakni belum mengantongi sertifikat vaksin Covid-19.
Dia menguraikan, calon penumpang bisa diberangkatkan jika sudah dua kali vaksin, mengantongi sertifikat vaksin dan keterangan hasil negatif rapid antigen.
Kendati jumlah penumpang turun drastis, kata Wawan, dua armada Pelni yakni, KM. Wilis dan KM. Awu tetap beroperasi.
"Kita tetap beroperasi, kalau soal dampak dari menurunnya jumlah penumpang, yah tentu ada," kata Wawan.
Menurutnya, PT. Pelni sangat berharap capaian vaksinasi di wilayah - wilayah pelayaran Pelni, termasuk Kabupaten Ende, cepat meningkat.
Terkait faktor alam, bahwa di musim seperti sekarang ini, seringkali terjadi gelombang deras, Wawan menyebut, bahwa gelombang saat ini tidak cukup berdampak pada pelayaran, apalagi untuk jenis KM. Awu dan KM. Wilis.
Namun, lanjutnya, jika ada potensi gelombang, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BMKG untuk selanjutnya menentukan kebijakan apa yang akan diambil.
Sementara itu, data capaian vaksinasi di Kabupaten Ende per 21 Desember 2021, belum mencapai 70 %. Diterima POS-KUPANG.COM, dari asisten III Setda Ende, Hiparkus Hepi.
Dia menyebut, data manual secara keseluruhan vaksinasi dosis pertama di Ende mencapai 68,23 persen, sementara dosis kedua 37,44 persen.
Data manual berbeda dengan data aplikasi. Data aplikasi capaian vaksinasi lebih rendah yakni, dosis pertama 62,87%, dosis kedua 26,75 persen. (*)