Berita Nasional

Mantan Anggota KKB Papua Bakal Ketemu Jokowi, Tapi Harus Penuhi 1 Syarat Penting Ini, Apa Itu?

Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri baru-baru ini.

Editor: maria anitoda
Istimewa
Puluhan anggota KKB Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen Papua menyatakan ikrar setia kepada NKRI. 

POS-KUPANG.COM- Kericuhan yang terus dilakukan oleh KKB Papua membuat pemerintah geram.

Tapi di sisi lain ada juga anggota KKB Papua yang menyerah dan berjanji kembali mengabdi untuk Indonesia.

Hal ini melunakan hati Presiden Jokowi untuk bertemu dengan para ex KKB Papua.

Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri baru-baru ini.

Baca juga: Presiden Jokowi Ingin Bertemu Anggota KKB Papua yang Sudah Menyerah dengan Syarat Ini

"Memang benar Presiden beberapa waktu lalu menyatakan bersedia menemui mantan KKB Papua yang sudah sadar dan ingin bersama saudaranya membangun daerah,” ucap Kapolda Papua dikutip dari ANTARA, Selasa (28/12/2021).

Mengutip Surya.co.id, Mathius mengungkapkan ada syarat yang harus dipenuhi mantan anggota KKB Papua itu jika ingin bertemu dengan Jokowi.

Syaratnya adalah para mantan anggota KKB Papua itu harus benar-benar insaf dan tak lagi menebar aksi teror.

Mathius telah meminta tokoh agama turut mengambil peran dalam memberikan pemahaman kepada KKB Papua.

Baca juga: Dijaga Ketat TNI-Polri, Ratusan Pengungsi Maybart Korban Kebrutalan KKB Papua Pulang ke Rumah

Hal itu perlu dilakukan agar mereka tidak lagi mengganggu warga dan aparat keamanan, tetapi turut serta secara aktif membangun daerahnya Papua.

"Peran tokoh agama sangat penting karena kelompok yang belum sepaham dengan kita bila terus didekati, saya yakin suatu saat mereka akan sadar,” ujar Mathius. 

“Apalagi Polda Papua membuat terobosan dengan merekrut 2.000 bintara melalui Program Bintara Noken yang dibiayai melalui dana otonomi khusus.”

Saat ini, dari 2.000 calon bintara itu, sebanyak 1.998 orang telah dilantik. Mereka nantinya akan ditugaskan di daerah asal mereka atau polres di mana mereka mendaftar.

Baca juga: Aksi Brutal KKB Papua, 11 Prajurit TNI Gugur, Kini 27 Anggota KKB Gabung ke NKRI

Adapun dua siswa bintara polisi yang tidak dilantik itu, salah seorang di antaranya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jambi.

Kehadiran bintara noken, kata Mathius, diharapkan menjadi jembatan yang akan membuat keluarga mereka yang selama ini masih berseberangan mau kembali ke pangkuan NKRI.

“Termasuk bersedia meletakkan senjatanya, sehingga masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan,” kata Irjen Pol Mathius.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved