Berita Kupang

BKKBN dan Waket Komisi IX DPR RI Sosialisasi Pencegahan Stunting di Kabupaten Kupang

dalam permasalahan stunting perlu adanya gotong royong dari semua pihak tak terkecuali para Remaja.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Pose bersama BKKBN dan Melki Laka Lena 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar kegiatan Penguatan Peran Serta Mitra Kerja Dan Stakeholder Dalam Implementasi Kegiatan Prioritas Pembangunan Keluarga Melalui Sosialisasi Pencegahan Stunting.

Kegiatan itu bertempat di Gereja EbenHezer Bilamun Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang NTT, Wakil Ketua (Waket) Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena hadir sebagai narasumber, Selasa 21 Desember 2021.

Mengawali materinya, Melki sapaan akrab Wakil Ketua Komisi IX DPR RI memaparkan program Bangga Kencana adalah upaya Pemerintah meningkatkan kualitas keluarga di Indonesia, lewat kampanye/penyuluhan perencanaan berkeluarga, seperti rencana punya anak, pendidikan dan sebagainya.

“Pengelolaan bonus demografi, pengelolaan penduduk lanjut usia (Lansia), dan pembangunan SDM dengan pendekatan Siklus hidup berbasis perencanaan hidup berkeluarga merupakan fokus utama dalam program ini,” paparnya.

Baca juga: Pemprov NTT Sidak Pasar, Jelang Natal dan Tahun Baru 2021

Dalam penyampaiannya, Melki menekankan bahwa dalam upaya pencegahan stunting, Program Bangga Kencana harus dikenalkan kepada semua lapisan masyarakat terutama program hindari 4 T melahirkan (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu dekat/rapat, Terlalu sering).

“Pendewasaan usia perkawinan sangat penting agar terhindar dari berbagai risiko atau dampak yang disebabkan oleh pernikahan terlalu dini. Usia reproduksi yang harus dipersiapkan secara matang dan terencana dengan baik, agar terhindar dari dampak-dampak yang merugikan, seperti dampak psikologis, kondisi kesehatan, bayi yang tidak sehat, dan sebagainya,” terangnya.

Melki juga menegaskan, dalam permasalahan stunting perlu adanya gotong royong dari semua pihak tak terkecuali para Remaja.

“Stunting dapat dicegah dimulai dari masa remaja di mana seorang dapat mempersiapkan dan merencanakan masa depan dan kehidupan berkeluarga,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru, SE Mph mengatakan, kegiatan ini dapat menjadi jembatan antara BKKBN dengan mitra menjalankan peran bersama dalam Pembangunan Keluarga.

Dengan begitu dapat menghasilkan sinergi dan kolaborasi yang baik dalam menghasilkan program-program yang menyentuh ke masyarakat dalam menghasilkan generasi yang berkualitas.

"Keluarga adalah tonggak utama menghasilkan generasi dengan jumlah ideal berkualitas, sehat, mandiri, untuk itu penting bagi keluarga untuk menjamin keluarganya dengan bertanggungjawab memiliki kemampuan mandiri dalam menghasilkan keluarga yang berkualitas," tegas Marianus.

Marianus juga mengapresiasi semua pihak yang telah turut serta menggelorakan Program Bangga Kencana dalam rangka mencegah stunting.

“Atas nama BKKBN NTT, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Program Bangga Kencana. Terima kasih juga atas kehadiran Wakil Ketua Komisi IX DPR RI,” jelas dia.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved