Berita Manggarai
Bupati Hery, Dirut dan Direktur Kredit Bank NTT Tanam Jagung Perdana Program TJPS di Wongka
Bupati Manggarai Herybertus G L Nabit, SE.,MA, Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan Direktur Kredit Bank NTT,
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, dalam sambutanya mengatakan, Bank NTT hadir di Kabupaten Manggarai sesuai pesan Gubernur NTT untuk berkontribusi bagi pembangunan di Kabupaten itu.
Dikatakan Alexander, program TJPS ini dengan tujuan ingin membangun kemandirian petani dan juga merubah pola dari petani jagung yang biasa-biasa menjadi produksi jagung yang produktif dan mampu menambah nilai ekonomi bagi keluarga.
Kata dia, melalui program ini mulai dari tanam hingga pemasaran semua unsur dari 23 unsur diantaranya pemerintah, perbankan, BPJS Ketenagakerjaan, OJK, TNI, PLN, Lembaga Penjaminan dan Asuransi dan lain sebagainya akan berperan secara aktif.
"Dimana pemerintah akan menyiapkan petani dan lahan serta dukungan alat pertanian, off taker akan membeli semua jagung yang dipanen dengan harga standar minimal Rp3.200/kg dan akan menyesuaikan sesuai harga pasar yang ada. BPJS ketenagakerjaan akan menjamin dalam kecelakaan kerja dan lain sebagainya,"ungkapnya.
Alexander juga mengatakan, khusus untuk dukungan Perbankan dalam program TJPS pembiayaan ekosistem pertanian memiliki skema kredit usaha rakyat (KUR) dan non KUR. Bank NTT sendiri menggunakan sistem pemberian kredit non KUR dengan menggunakan kredit Merdeka tanpa agunan dan bunga.
"Jadi merdeka dari bunga, merdeka dari agunan dan merdeka dari rentenir. Tetapi tidak merdeka dalam pengembalian. Jadi kasih kredit tapi wajib mengembalikannya. Ini angsuran bisa disesuaikan, kapan panen bisa diangsur sekaligus,"ungkapnya.
Dikatakan Alexander, melalui program ini dengan sistem pertanian yang baik didukung dengan bibit dan pupuk yang baik, maka ditargetkan minimal hasil 7 ton/hektar, jika ditunaikan mencapai Rp 28 juta/hektar.
Karena itu, Alexander juga menaruh kepercayaan kepada para petani agar mengikuti program TJPS itu dengan baik. Apalagi lahan juga sangat cocok dan subur untuk tanaman jagung.
Lanjutnya, meskipun di Kabupaten Manggarai baru disediakan 20 hektar, namun pihaknya menargetkan dalam program ini bisa mencapai 10 ribu-15 ribu hektar untuk jagung. Sebab ada dukungan dari berbagai pihak.
Adapun dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penyerahan simbolis bibit jagung kepada 3 kelompok tani (Koptan) yakni Koptan Nai Ca Anggit, KWT Kawe Mose Di'a, dan KWT Hidup Bersama. Penyerahan simbolis ini oleh Bupati, Dirut dan Direktur Kredit Bank NTT.
Selanjutnya dilakukan penyerahan simbolis Kredit Pembiayaan Ekosistem Pertanian kepada perwakilan 10 orang kelompok tani program TJPS. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tanam-jagung-penanaman-jagung-simbolis-perdana-pro.jpg)