Berita Ngada
Anggota DPRD Ngada, Yohanes Don Bosko Ponong Reses di Puskesmas Riung
digunakan untuk pembangunan selasar dan pembangunan fasilitas lainnya guna mempercantik wajah Puskesmas Riung
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
"Atas nama seluruh jajaran puskesmas kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada bapak Bosko Ponong yang telah menepati janji melaksanakan reses di puskesmas Riung. Dana ini akan kami manfaatkan untuk pembangunan selasar, dan pembangunan fasilitas penunjang lain yang dapat mempercantik wajah puskesmas menjelang akreditasi puskesmas Riung pada tahun 2022," tutur Kapus Riung disambut sorakan tepukan tangan dari peserta reses.
Baca juga: PMI Ngada Gelar Vaksin Covid-19 Bagi Kaum Disabilitas di Panti Alma
Semantara itu, Ketua DPD PAN Ngada Kristoforus Loko dalam sambutannya mengatakan, ada empat fungsi partai politik.
Pertama, fungsi agregasi yaitu merekam aspirasi yang berkembang dimasyarakat.
Kedua, fungsi artikulasi yaitu setelah merekam aspirasi yang berkembang di masyarakat harus bisa diartikulasikan.
Ketiga, fungsi komunikasi yaitu harus bisa menjembatani permasalahan masyarakat dengan pemeringah.
Dan keempat partai politik berfungsi untuk rekrutmen kader yaitu tempat dimana melahirkan calon pemimpin masa depan bangsa atau dengan kata lain rahim partai politik harus melahirkan kader kawa candra di muka.
Oleh karena itu, menurut Kristo Loko yang juga akan bertarung maju sebagai calon DPRD Provinsi NTT (Dapil Sika, Ende, Nagekeo dan Ngada) pada tahun 2024 ini, sebagai ketua DPD PAN dirinya sangat serius mengikuti jalannya sidang DPRD Ngada
Alasannya, dalam rangka pembahasan Ranperda APBD Ngada tahun anggaran 2022, supaya tidak ada anggota fraksi yang berjuang hanya untuk kepentingan dirinya, tetapi harus berjuang secara fraksional atas nama kepentingan masyarakat Ngada.
"Karena sesuai dengan konstitusi Partai, anggota DPRD merupakan perpanjangan tangan fraksi yang ada di DPRD. Sehingga partai berhak menilai dan mengevaluasi kinerja anggota fraksi bahkan menjatuhkan sanski terhadap anggota fraksi yang melaksanakan tugas kedewanan diluar koridor konstitusi partai," tegas mantan Ketua DPRD Ngada itu.
Mantan Calon Bupati Ngada ini menambahkan, apabila ada anggota DPRD yang tidak pernah bersuara dalam sidang atas nama kepentingan rakyat, maka anggota DPRD tersebut sudah mencedrai hakikat dirinya sebagai wakil rakyat yang harus berbicara atas nama kepentingan rakyat.
Agar anggota DPRD tidak mendapat baptisan empat D, datang, duduk, diam, dan duit, akhirnya terpenuhla syair lagu Iwan Falsh.
"Apabila kita mendapatkan wakil rakyat yang tidak berkualitas, jangan persalahkan wakilmu, pertama-tama persalahkan dirimu yang sudah memilihnya. Karena wakil rakyat tidak jatuh dari langit, tetapi dipilih oleh rakyat," jelas politisi kawakan Ngada ini.
Dalam dialog bersama, Penjabat Kepala Desa Persiapan Kota Raja Alminula juga memohon perhatian dari anggota DPRD bapak Bosko Ponong terhadap peningkatan jalan masuk puskesmas dan pagar keliling puskesmas.
Terhadap usulan tersebut, anggota DPRD Ngada Bosko Ponong langsung meresponnya bahwa akan diperjuangkan dalam sidang perubahan APBD tahun anggaran 2022.
Terhadap usulan dokter Ino dan Remigius petugas kesehatan Riung agar tetap mempertahankan program Bokda dan ditambahkan angkanya, Bosko secara lugas menyampaikan silakan ikuti media sosial dan pemberitaan,
"Kami Fraksi PAN ada pertanggungjawaban secara jejak digital, karena dalam pemandangan umum fraksi kemarin, kami minta agar Bokda tidak boleh hilang, bahkan kalau sekarang hanya Rp 1.100.000, fraksi minta untuk dinaikan sampai Rp 2.500.000," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/yohanes-donbosko-ponong-sedang-menyampaikan-materi-reses.jpg)