Berita NTT

55 Unit Kerja di Kemenkumham Raih Predikat WBK/WBBM, Salah Satunya LPP Kupang

Sebanyak 55 Unit Kerja di Kemenkumham Meraih Predikat WBK/WBBM, Salah Satunya AdalahLPP Kupang

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
Dokumentasi Kanwil Kemenkumham NTT
Acara penganugerahan turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone secara virtual melalui zoom meeting di LPP Kupang, Senin 20 Desember 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Sebanyak 55 unit Kerja di Kementerian Hukum dan HAM ( Kemenkumham)  mendapatkan Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2021.

Salah satu Unit Kerja yang meraih predikat WBK adalah Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Kupang. 

Penghargaan diserahkan secara virtual oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Tjahjo Kumolo, Senin 20 Desember 2021.

Berdasarkan rilis yang diterima dari Humas Kanwil Kemenkumham NTT, menyebutkan 55 unit Kerja di Kemenkumham mendapatkan Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM Tahun 2021. Salah satu Unit Kerja yang meraih predikat WBK adalah LPP Kelas IIB Kupang. 

Dari 49 Unit Kerja meraih predikat WBK dan 6 Unit Kerja meraih predikat WBBM.

Selain untuk Unit Kerja, Menteri Hukum dan HAM RI juga mendapatkan Apresiasi dan Penganugerahan Pemimpin Perubahan yang diterima Sekretaris Jenderal, Andap Budhi Revianto

“Reformasi birokrasi adalah katalisator mewujudkan good and clean governance untuk mendukung pembangunan nasional,” kata  Tjahjo Kumolo.

Menurut Tjahjo Kumolo,  pemerintahan yang baik dan bersih ditandai dengan birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang kapabel, dan pelayanan publik yang prima.

Dalam hal ini, birokrasi yang panjang dipangkas menjadi pendek untuk mempercepat proses perijinan dan pelayanan publik.

“Ekspektasi Presiden tentang reformasi birokrasi adalah birokrasi yang berdaya saing, birokrasi yang menciptakan hasil, birokrasi yang lincah dan agile, serta birokrasi yang making delivered,” jelas Tjahjo.

Pihaknya berharap seluruh Unit Kerja yang meraih predikat WBK/WBBM dapat menjadi role model dalam menularkan semangat perbaikan tata kelola kepada Unit Kerja dan pelayanan lainnya. 

Wakil Presiden RI, K.H. Ma'ruf Amin dalam arahannya mengatakan, predikat WBK/WBBM tidak saja sebagai wujud apresiasi tapi juga melambangkan komitmen unit-unit kerja untuk senantiasa menjadi ikon birokrasi yang melayani, sekaligus bersih dan bebas dari korupsi.

Untuk itu, komitmen pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada hal-hal yang bersifat seremonial ataupun administratif. 
"Roadmap Reformasi Birokrasi, predikat WTP, Pakta Integritas maupun Anugerah WBK/WBBM seluruhnya harus termanifestasikan ke dalam budaya kerja organisasi dan pelayaan publik yang prima," ujarnya. 

Menurut Ma'ruf Amin, pemerintah terus berupaya mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang kapabel, dan birokrasi yang mampu mewujudkan pelayanan publik yang prima.

Salah satunya dengan mengakselerasi pembangunan unit-unit kerja pelayanan percontohan yang bebas dari korupsi (WBK) dan pelayanan prima (WBBM). 

"Pembangunan Zona Integritas yang masif diharapkan mampu membawa dampak yang lebih luas dalam pelayanan publik," jelasnya. 

Ma'ruf Amin pun mengajak semua pihak untuk secara konsisten mengokohkan dan mengevaluasi integritas individu dan kelembagaan, serta memperkuat nilai-nilai WBK dan WBBM.

Selain itu, memanfaatkan teknologi digital dan kekuatan media sosial dengan optimal dalam proses bisnis sebagai bentuk transparansi pengawasan pelayanan publik. Kemudian, memperkuat sinergi dengan Aparat Penegak Hukum dan KPK dalam kerangka kerjasama pencegahan korupsi dan implementasi strategi nasional pencegahan korupsi. 

Acara penganugerahan turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone secara virtual melalui zoom meeting di LPP Kupang. Kakanwil didampingi Kepala Divisi Administrasi, Garnadi dan Kepala Divisi Keimigrasian, Eko Budianto.

Pada kesempatan ini, Marciana menyampaikan proficiat, apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk Kepala LPP Kupang, R. Tarbiati beserta jajaran.

“Perjuangan untuk meraih WBK bukan hal yang mudah. Jaga baik-baik penghargaan yang sudah diberikan oleh MenPAN-RB dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” ujarnya. (*)

Baca Berita NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved