Sabtu, 2 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 20 Desember 2021: Sisi Ilahi dari Hidup

Masih cukup sering orang yang cemas bila dibonceng oleh temannya. Padahal ada nasihat, "Kamu tuh harus berserah diri sama yang membonceng, biar tenang

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Kita fokus bermenung, mengapa pada akhirnya Maria pasrah dan mau melakukan apa yang dikehendaki Allah? 

Pastilah dalam pergulatan batinnya, Maria melihat bahwa apa yang mustahil di mata manusia, justru merupakan hal biasa bagi Allah; apa yang menjadi masalah bagi manusia, tak ada soal untuk Allah; apa yang menjadi beban bagi manusia, justru merupakan berkat di mata Allah. 

Dus, Maria mau dan mampu melihat sisi ilahi dari hidup ini. Berani berserah pada Allah hanya karena percaya, pasrah. 

Sering kita kurang mau dan enggan untuk melihat sisi ilahi dari kehidupan ini; sisi ilahi dalam peristiwa atau kegiatan apa saja yang kita alami. Hanya sisi manusiawi yang menjadi dasar pertimbangan kita. 

Makanya, sering kita ragu ambil keputusan; cemas bila tugas atau pekerjaan belum berhasil. Kita kecewa, putus asa, jatuh terpuruk, saat tertimpa masalah. 

Kali ini kita diingatkan bahwa Allah bukan manusia; bukan seperti kita pikirkan; tidak seperti yang kita bayangkan; bahkan sama sekali tidak seperti yang kita cemaskan atau ragukan. 

Kita tak boleh memperlakukan Allah menurut jalan pikiran manusia. Tak ada hal lain bagi kita saat berhadapan dengan Allah, yakni percaya dan berserah diri pada-Nya. 

Kita yakin bahwa banyak hal di luar dugaan dan pemikiran manusia dapat diselesaikan Allah dengan cara yang amat sederhana. Kita percaya bahwa Allah pasti melakukan hal yang tak mungkin bisa dilakukan oleh manusia. 

Kita juga percaya bahwa Allah akan melakukan apa pun untuk kita: menunjukkan jalan keluar, menenangkan diri kita saat tertimpa kemalangan, membuat kita gembira oleh keberhasilan. 

Bukankah kita sering berucap atau menghiasi status medsos kita, "Bahwa Allah akan membuat indah pada waktunya?" 

Tapi sekali lagi, penting bagi kita untuk berserah pada-Nya. Pasrah. Bukan terpaksa. Tapi dengan hati, pikiran, bahkan seluruh diri, karena mau melihat sisi ilahi dalam kehidupan kita. *

Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 20 Desember 2021:

Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab.
Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab. (POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS SAPE)

Bacaan Pertama: Yesaya 7:10-14

Seorang perempuan muda akan mengandung

Beginilah firman Tuhan Allah kepada Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, “Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.”

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved