Kamis, 21 Mei 2026

Berita Sikka

Hari Ini Polisi Akan Tinggal dan Bangun Pos Sementara di Nirangkliung

Sang ayah pun bergegas ke kebun guna menjemput anaknya tapi tidak ada di kebun.

Tayang:
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Suasana duka saat penguburan korban pembunuhan di Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, MAUMERE--Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, SIK, M.H mengungkapkan, pihaknya mulai Senin, 20 Desember 2021 akan menempatkan anggota Polsek Nita dan Polres Sikka di Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Penempatan anggota ini dengan membangun pos sementara dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat pasca pembunuhan di desa itu.

"Senin ini kami akan tempatkan anggota di Nirangkliung agar warga tetap tenang dan tidak panik. Anggota Polsek Nita dan Polres Sikka akan ditempatkan di sana dalam rangka menangkap pelaku. Anggota akan dilengkapi dengan peralatan yang memadai," kata Kapolres Sajimin saat dihubungi POS-KUPANG.COM di Maumere, Minggu, 19 Desember 2021 siang.

Ia menegaskan, aparat polisi akan bersama warga guna terus mencari keberadaan pelaku.

Baca juga: Empat Debutan Lolos ke 16 Besar Turnamen Sepakbola Askab PSSI Sikka. Ini Daftarnya

"Kami akan terus bekerja dan mengejar pelaku sampai dapat.Warga saya imbau tetap tenang karena polisi akan siap memberikan rasa aman," paparnya.

Sebelumnya, pasangan suami istri (Pasutri) asal Detunglikong, Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka sekira pukul 07.00 wita, Selasa, 14 Desember 2021 berangkat ke lokasi vaksin Covid-19 di SMPN 2 Nita di Nirangkliung.

Sebelum ke tempat vaksin, pasutri ini menitipkan anak perempuannya, Veronika Vianci berusia 9 tahun  di rumah sang oma alias mama kandung ibu korban.

Mereka pun menuju ke tempat vaksin. Namun saat pelaksanaan vaksin tiba-tiba gempa me guncang Sikka sehingga kegiatam vaksin dibatalkan.

Baca juga: Takut Gempa Malam Hari Warga Pulau Kojadoi - Sikka Tidur di Bukit dan Perahu

Mereka pun dalam keadaan panik pulang ke rumah guna menemui anak perempuam mereka.

Akan tetapi begitu tiba di rumah sang anak tidak ada bersama omanya.

Mereka pun bertanya di mana anaknya. Sang Oma mengungkapkan

kalau anak mereka ada di kebun bersama sang paman, Aloisius Lada (38).

Sang ayah pun bergegas ke kebun guna menjemput anaknya tapi tidak ada di kebun.

Sang ayah pun bertambah panik lalu terus mencari.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved