Berita Nasional
Ahok Turut Berduka, Sosok Ini Meninggal Dunia, Pernah Ada Perseteruan dengan Ahok
Politisi senior Partai Golkar yang pernah menjabat anggota DPR tiga periode itu mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo(RSCM)
Ahok mengaku, tidak mau terjebak dengan permintaan BPK untuk membatalkan pembelian RS Sumber Waras.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai tidak ada kerugian negara dalam pembelian lahan RS Sumber Waras seperti penilaian BPK. Sekarang saya ingin tahu, KPK mau tanya apa, orang jelas BPK-nya ngaco begitu kok," ujar Ahok dengan menahan amarah.
Kasus RS Sumber Waras bermula saat Pemprov DKI membeli lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) senilai Rp 800 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan DKI 2014.
Oleh BPK, proses pembelian itu dinilai tidak sesuai dengan prosedur dan Pemprov DKI membeli dengan harga lebih mahal dari seharusnya sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar.
BPK juga mengklaim menemukan enam penyimpangan dalam pembelian lahan Sumber Waras.
Enam penyimpangan itu dalam tahap perencanaan, penganggaran, tim, pengadaan pembelian lahan RS Sumber Waras, penentuan harga, dan penyerahan hasil.
Meski demikian sesuai klaim BPK, Ahok dengan percaya diri tetap berpandangan bahwa tidak ada kerugian negara dalam pembelian lahan tersebut. Justru jika dibatalkan, maka negara akan mengalami kerugian. "jangan dibolak-balik," tegas Ahok.
Profil Singkat Harry Azhar Azis
Harry Azhar Azis lahir di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 25 April 1956.
Harry Azhar Azis merupakan ahli ekonomi sekaligus politisi Indonesia.
Dia terpilih menjadi satu di antara anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2019-2024.
Harry Azhar Azis mengenyam pendidikan dasarnya di tanah kelahirannya, Tanjung Pinang.
Tepatnya, ia bersekolah di SD Negeri II Tanjung Pinang dan berhasil lulus pada tahun 1969.
Pada tahun 1970, Harry Azhar Azis masuk SMP Negeri II Tanjung Pinang.
Akan tetapi pendidikan tersebut hanya ditempuh hingga 1971.