Kapolda NTT Dimutasi

Mutasi Polri, 7 Kapolda Dimutasi, Ada Nama Jenderal Asal Atambua Kabupaten Belu NTT

Sebagai gantinya, Irjen Lotharia Latif yang semula menjabat Kapolda NTT akan mengisi posisi sebagai Kapolda Maluku.

Editor: Gordy Donofan
KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo 

POS-KUPANG.COM – Mabes Polri melakukan mutasi sebanyak 7 Kapolda.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat telegram yang berisi mutasi ratusan perwira menengah dan perwira tinggi polri.

Dalam surat telegram terbaru itu, sebanyak 7 kepala kepolisian daerah (kapolda) mengalami perombakan.

Mengutip salinan str yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (18/12/2021), 7 kapolda yang diganti yakni Kapolda Bengkulu, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Barat (Kalbar) dan Riau.

Baca juga: Suara Hati Netizen untuk Kapolda NTT yang Baru Brigjen Pol Setyo Budiyanto, Sebut Nama Astri Lael

Surat telegram bernomor ST/2568/XII/KEP.2021 diteken Asisten SDM Kapolri, Irjen Wahyu Widada pada Jumat (17/12//2021).

Dalam str terbaru itu, Irjen Refdi Andri dimutasi menjelang usia pensiun dari jabatan Kapolda Maluku.

Ia dimutasi menjadi perwira tinggi staf ahli Kapolri.

Sebagai gantinya, Irjen Lotharia Latif yang semula menjabat Kapolda NTT akan mengisi posisi sebagai Kapolda Maluku.

Sementara jabatan Kapolda NTT akan digantikan oleh Brigjen Setyo Budiyanto.

Selanjutnya, Irjen Herry Rudolf Nahak dimutasi dari jabatan Kapolda Kaltim menjadi Kasespim Lemdiklat Polri.

Pengganti posisi Kapolda Kaltim akan dijabat Irjen Imam Sugianto, yang sebelumnya menjabat Asops Kapolri.

Diketahui, Irjen Herry Rudolf Nahak merupakan putra asli Atambua Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Polda NTT Benarkan Kapolda Dimutasi ke Polda Maluku

Sebagai gantinya, Irjen Agung Setya Imam Effendi dimutasi dari jabatan Kapolda Riau menjadi Asops Kapolri.

Ada pula Irjen Mohammad Iqbal dimutasi dari jabatan Kapolda NTB menjadi Kapolda Riau.

Jabatan Kapolda NTB akan digantikan oleh Brigjen Djoko Poerwanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Pergantian juga dilakukan pada Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto yang dimutasi dari jabatan Kapolda Kalbar menjadi Kadiv Hukum Polri.

Jabatan Kapolda Kalbar selanjutnya akan digantikan oleh Irjen Suryanbodo Asmoro.

Terakhir, Irjen Guntur Setyanto dimutasi dari jabatan Kapolda Bengkulu dalam rangka memasuki usia pensiun.

Posisi Kapolda Bengkulu akan digantikan oleh Irjen Agung Wicaksono yang sebelumnya menjabat sebagai Wairwasum Polri.

BERITA LAINNYA:

Menyusul surat telegram yang dikeluarkan Kapolri 17 Desember 2021, Kapolda NTT Irjen Pol.Drs. Lotharia Latif ikut dimutasikan.

Lotharia dimutasikan menjadi Kapolda Maluku.

Sedangkan yang akan menggantikan Lotharia Latif adalah Brigjen Setyo Budiyanto.

Siapakah Brigjen Setyo Budiyanto?

Tahun 2020 Brigadir Jenderal Polisi Setyo Budiyanto menjabat sebagai Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jabatan sebelumnya Setyo adalah pelaksana tugas Direktur Penyidikan KPK menggantikan Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak yang menjadi Kapolda Sulawesi Utara.

Setyo Budiyanto menyingkirkan dua koleganya di Polri, yaitu Widyaiswara Muda Sespimti Polri Kombes Nazirwan Adji Wibowo dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Selatan Kombes Didik Agung Widjanarko.

Setyo Budiyanto menjadi Direktur Penyidikan KPK berdasarkan lembaran surat pimpinan KPK RI nomor R/1812/KP.01.01/01-54/09/2020 tertanggal 18 September 2020 yang ditandatangani Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri.

Surat tersebut ihwal pemberitahuan hasil seleksi dan panggilan bergabung bagi calon pegawai negeri yang dipekerjakan di KPK berasal dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Biodata dan Jumlah kekayaan Brigjen Setyo Budiyanto

Brigjen Pol Drs. Setyo Budiyanto pernah memimpin langsung penangkapan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat itu Budiyanto menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK.

Diketahui, KPK menangkap Azis sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap AKP Stepanus Robin Pattuju.

Suap diduga diberikan ketika Robin masih menjadi penyidik KPK pada 2020.

Berikut perjalanan karir dan harta kekayaan Setyo Budiyanto seperti dikutip dari dari berbagai sumber dan kompas tivi. 

Karier Setyo Budiyanto di KPK

Sebelum terpilih sebagai Direktur Penyidikan KPK, Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Setyo Budiyanto tercatat pernah menempati beberapa posisi lain di lembaga negara tersebut.

Setyo Budiyanto pernah menjabat sebagai Koordinator Supervisi Penindak (Korsupdak) di Deputi Penindakan KPK.

Setyo Budiyanto resmi menjadi Direktur Penyidikan KPK berdasarkan lembaran surat pimpinan KPK RI nomor R/1812/KP.01.01/01-54/09/2020 tertanggal 18 September 2020 yang ditandatangani Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif Dimutasi

Setyo Budiyanto mengalahkan dua kandidat lainnya yakni Widyaiswara Muda Sespimti Polri Kombes Nazirwan Adji Wibowo dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Selatan Kombes Didik Agung Widjanarko.

Harta kekayaan Setyo Budianto?

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK yakni pada 31 Desember 2018 dan 31 Desember 2019, jumlah harta kekayaan Setyo Budiyanto naik sekira Rp4,7 miliar dalam satu tahun yakni dari Rp2.936.204.546 menjadi Rp7.679.000 pada 2019.

Penambahan harta Setyo Budiyanto itu berupa tanah dan mobil.

Berikut harta kekayaan Setyo Budiyanto yang dilaporkan pada 31 Desember 2019:

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 6.700.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 310 m2/243 m2 di TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 4.500.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 9 m2/126 m2 di KOTA SEMARANG , HASIL SENDIRI Rp. 1.000.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 135 m2/156 m2 di KOTA MAKASSAR , HASIL SENDIRI Rp. 1.200.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 660.000.000

1. MOBIL, HONDA CR-V JEEP Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000

2. MOTOR, HONDA CBR SEPEDA MOTOR Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp. 23.000.000

3. MOBIL, TOYOTA FORTUNER Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000

4. LAINNYA, SEPEDA MTB Tahun 2015, HASIL SENDIRI Rp. 7.000.000

5. MOTOR, PIAGGIO VESPA Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 20.000.000

6. LAINNYA, SEPEDA RB EDDY MERCKX Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp. 10.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 254.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 65.000.000

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp. 7.679.000.000

III. HUTANG Rp. ----

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 7.679.000.000. (*)

Berita Kapolda NTT Dimutasi Lainnya

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Surat Telegram Kapolri Terbit, 7 Kapolda Dimutasi, Ini Nama-namanya

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved