Berita Ende
Ende Pasca Gempa dan Peringatan Tsunami
Ida Muda Mite, Sekretaris BPBD Kabupaten Ende, mengatakan, para pengungsi di wilayah pesisir pantai utara, Kecamatan Kota Baru, sudah kembali ke rumah
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti
POS-KUPANG.COM | ENDE - Ida Muda Mite, Sekretaris BPBD Kabupaten Ende, mengatakan, para pengungsi di wilayah pesisir pantai utara, Kecamatan Kota Baru, sudah kembali ke rumah mereka masing -masing.
Warga pesisir pantai utara, mengungsi ke dataran yang lebih tinggi, pada Kamis 14 Desember 2021, untuk mengantisipasi terjadinya tsunami di wilayah itu, pasca BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami.
BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami, setelah terjadi gempa, berkekuatan 7,5 Magnitudo. Peringatan dini kemudian dicabut dan tidak terjadi tsunami.
Menurut Ida, warga mengungsi hanya sehari. "Besoknya, lusanya, mereka sudah kembali ke rumah, anak - anak, orantua dan ada ibu hamil," kata Ida, Sabtu 18 Desember 2021.
Baca juga: Pemerintah Kabupaten Belu Siaga Bencana
Hasil pantauan BPBD, lanjutnya, tidak ada kerusakan fisik fasilitas yang signifikan di Kabupaten Ende. Korban maninggal atau luka - luka, akibat gempa.
"Kalau kerusakan bangunan yang kita pantau itu Kantor Camat Kota Baru, dan rumah jabatan camatnya ada sedikit kerusakan. Itu saja," ungkapnya.
Sementara itu, hasil POS-KUPANG.COM, plafon di ruang pertemuan lantai 2, yakni ruang Garuda runtuh. Namun hanya sebagian kecil saja.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Sabtu 18 Desember 2021, warga Kabupaten Ende, khususnya di Kota Ende, kembali beraktivitas seperti biasa.
Aktivitas di pasar, perkantoran, terminal dan beberapa fasilitas umum lainnya berjalan kondusif.
Mengenai gempa yang terjadi pada 14 Desember 2021, Boy salah satu anggota Satpol PP Ende mengatakan, membuat warga sangat panik.
Boy dan rekan - rekan Satpol PP yang kebetulan tengah melakukan Patroli, menyaksikan langsung bagaimana warga berhamburan ke jalan.
"Hampir semua titik jalan di dalam Kota Ende ini, macet, yah kita bantu untuk melancarkan lalu lintas. Memang situasinya saat itu warga panik dan asal jalan," tuturnya.
Menurutnya, warga panik dan berlarian keluar rumah bahkan hingga turun ke jalan, lantaran ada isu yang beredar telah terjadi tsunami.
"Benar bahwa ada informasi yang dikeluarkan BMKG bahwa ada potensi tsunami, tapi informasi yang beredar di masyarakat sudah terjadi tsunami," ungkapnya.
Namun, lanjutnya, di antara warga yang panik, ada sejumlah warga yang berani untuk pergi ke pantai untuk memastikan apakah benar terjadi tsunami atau tidak.
Sejumlah warga yang turun ke pantai, lalu memvideokan kondisi pantai dan menyebarkan ke media sosial. Informasi ini cukup membantu meredam situasi. *)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gempa-54-mg-kembali-guncang-wiiayah-flores.jpg)