Berita Pemprov NTT
Taman Nasional Perairan Laut Sawu di NTT Punya Potensi Wisata
YAPEKA bekerja sama dengan BKKPN mengembangkan panduan/SOP pariwisata alam perairan di TNP.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu di NTT disebut memiliki daya tarik disektor wisata yang sangat menarik.
Dengan adanya potensi demikian, upaya untuk menjaga kelestarian TNP ini terus dijaga.
Informasi ini disampaikan dalam rapat koordinasi Coral Reef Rehabilitation and Management Program – Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) yang merupakan tahap ketiga dari rancangan tersebut menjaga TNP itu.
Rapat digelar pada Rabu 15 Desember 2021 di Kupang.
Dijelaskan, TNP itu memiliki keunikan antar lain biota laut besar Lumba-Lumba, Paus, Dugong, Pari Manta, dan penyu.
Ditunjang dengan lokasi snorkeling, diving dan memancing menjadikan tempat itu wajib dijaga dan dikembangkan dengan tetap menjaga ekosistem alamnya.
Saat ini, melalu mitra kerja yayasan YAPEKA, lokasi TNP Laut Sawu kini dilengkapi menara pantau cetacea sebagai infrastruktur pendukung dalam kegiatan pariwisata alam perairan di Laut Sawu.
Baca juga: Pemprov NTT Salurkan Bantuan Seroja Untuk Kabupaten Sumba Timur
Dua unit Pusat Inofrmasi Ekowisata (PIE) itu dibangun di antara Pulau Sabu dan Pantai Oesina Kabupaten Kupang. PIE dilengkapi dengan inforgrafis mengenai ekosistem perairan di Laut Sawu.
Melalui proyek COREMAP-CTI itu juga, telah dikembangkan rumput laut yang dimiliki masyarakat di pesisir Pulau Nusamanuk Kabupaten Rote Ndao.
Di pulau itu ada 22 Kepala Keluarga yang mendiami tempat tersebut dan bermata pencaharian sebagai nelayan atau hasil laut.
Dibina YAPEKA, masyarakat di desa itu mulai mengembangkan potensi lahan untuk budidaya rumput laut. Luas lahan sebesar 32.000 hektar dan baru digunakan 10 persen.
Baca juga: Tanggapan Anggota DPRD NTT Leonardus Lelo Soal Penyitaan Aset Pemprov NTT Oleh Kejati NTT
Untuk mendukung pengembangan itu, YAPEKA melakukan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sejak Maret 2021 masyarakat sudah menikmati sistem kelistrikan.
Warga setempat pun bisa bekerja dengan maksimal bahkan menghasilkan produk olahan dari rumput laut seperti kerupuk.
Selain itu, dalam memperkuat Sumberdaya Manusia, pendanaan COREMAP-CTI dan dikerjakan YAPEKA juga melakukan pelatihan dan memfasilitasi sertifikasi pemandu ekowisata dan operator wisata alam perairan bagi masyarakat dan pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tampak-program-ekowisata-tnp-laut-sawu.jpg)