Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 15 Desember 2021: Masih Ragu?
"Bagi Tuhan, tak ada yang mustahil. Ia dapat mengubah yang tidak bisa diubah manusia". Kalimat luhur ini sangat sering disuarakan oleh siapa saja.
Sebut saja, sekedar untuk bepergian, kita bisa mengunduh aplikasi untuk memantau aktivitas kita. Dengan teknologi komunikasi yang canggih, kini kita bisa memantau fluktuasi harga komiditi. Pun untuk melihat peluang bisnis apa yang paling prospektif.
Apa yang ia maksudkan terbaca dalam catatan penjelasannya berikut.
Kalau virus saja bisa mengubah gaya hidup dan kebiasaan kita, maka tak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Ternyata Tuhan membuat kita lebih punya banyak waktu untuk mengerti anak-anaknya, generasi millenial.
Dan, masih banyak peluang positif yang terpampang jelas untuk dicermati.
Dalam kerangka itu, seandainya kita pernah terjerembab dalam keraguan; atau mungkin sedang dibuat bimbang, kiranya kisah tentang Yohanes Pembaptis memberi pesan bermakna.
Ia seorang pengkotbah. Apa yang disuarakannya terarah kepada Yesus. Ia melihat ketidakberesan di tengah-tengah bangsanya.
Ketidakberesan itu, menurutnya, akan segera diakhiri oleh Kristus. Ia tahu diri bahwa Kristus yang akan datang itu lebih berkuasa dari padanya (bdk. Mat 3:11)
"Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan" (Luk 3:17; lih. Mat 3:12).
Alhasil Ia dibungkam secara paksa. Ia dipenjarakan Ia tak lagi bisa menyerukan dan menginsyafkan orang-orang untuk bertobat.
Kondisi yang membuatnya tak berdaya ini, tentu menggoncangkan pendiriannya. Apalagi ia pasti mendengar: kemesiasan Yesus diragukan orang-orang.
Bahkan para pemuka bangsanya mempertanyakan kuasa Yesus (bdk. Mat 21:23; Luk 20:2; Mrk 11:27). Yohanes menjadi ragu-ragu pada Yesus.
Tetapi Yohanes tetaplah seorang teladan. Dalam keragu-raguan dan tidak tahu bagaimana mengatasi kebimbangannya, Ia "mendatangi" Yesus dan bertanya langsung.
Ia mengirim dua muridnya bertanya kepada Yesus, "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?" (Luk 7:19).
Keraguannya tak membuatnya berpaling dari Yesus. Ia tetap percaya bahwa pada Yesus-lah ada kebenaran yang menyelamatkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)