Amerika Ungkap Keseraahan China di Laut China Selatan, Ajak Indonesia Bermitra Lawan Tiongkok
Aksi China yang mengklaim hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan membuat dunia geram Aksi Beijing itu dianggap melaggar hukum internasional namu
POS KUPANG.COM -- Aksi China yang mengklaim hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan membuat dunia geram
Aksi Beijing itu dianggap melaggar hukum internasional namun tak dihirakan
Amerika pun mengajak Indonesia untuk bersekutu atau bermitra untuk melawan China di laut China Selatan
Diketahui , sudah bukan rahasia lagi, memanasnya kawasan Laut China Selatan memang telah berlarut-larut cukup lama.
Bahkan beberapa kali perseteruan terjadi di kawasan yang menjadi perbatasan sejumlah negara di Asia Tenggara tersebut dengan China.
Baca juga: Moon Jae-in di Canberra, Korea Selatan dan Australia Peringatkan Beijing tentang Laut China Selatan
Tak sampai di situ saja, ketegangan antar beberapa negara di ASEAN dengan Tiongkok pun sempat tak terhindarkan.
Termasuk dengan Indonesia, provokasi yang hampir berujung dengan konfrontasi juga pernah dialami oleh Indonesia di perbatasan wilayahnya di Laut China Selatan.
Hal itu disebut-sebut lantaran kenekatan Tiongkok dalam mengambil sikap di kawasan yang cukup padat dengan perjalanan laut tersebut.
Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri AS , Antony Blinken yang datang ke Indonesia pun membuka sebuah fakta mengejutkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, China disebut Blinken telah nekat melakukan hal yang cukup membahayakan di kawasan Laut China Selatan.
Baca juga: Pulau-pulau yang Dibangun China di Laut China Selatan Memiliki Beberapa Kerentanan Serius
Bahkan secara terang-terangan Tiongkok tak mengindahkan kesepakatan yang telah dibuat di kawasan tersebut.
Dalam pidatonya mengenai apa yang terjadi di kawasan Indo-Pasifik, Blinken pun membeberkan kebobrokan tindakan Tiongkok.
Dia berbicara itu ketika AS berusaha untuk meningkatkan aliansi melawan kekuatan China yang meningkat.

Dalam pidatonya di Indonesia, Selasa (14/12/2021), Blinken mengatakan Washington akan bekerja dengan sekutu dan mitra untuk mempertahankan tatanan berbasis aturan dan negara-negara harus memiliki hak untuk memilih jalan mereka sendiri.
Itulah mengapa ada begitu banyak kekhawatiran dari Asia Timur Laut hingga Asia Tenggara dan dari Sungai Mekong hingga Kepulauan Pasifik tentang tindakan agresif Beijing.
Baca juga: China dan Negara-negara ASEAN Bekerja Sama untuk Menjaga Keselamatan Laut China Selatan