Laut China Selatan
Pulau-pulau yang Dibangun China di Laut China Selatan Memiliki Beberapa Kerentanan Serius
Inilah Yang Perlu Anda Ingat: Pulau-pulau di Laut China Selatan (LCS) memiliki beberapa relevansi militer, tetapi lebih penting sebagai klaim politik
Pulau-pulau yang Dibangun China di Laut China Selatan Memiliki Beberapa Kerentanan Serius
POS-KUPANG.COM - Inilah Yang Perlu Anda Ingat: Pulau-pulau di Laut China Selatan (LCS) memiliki beberapa relevansi militer, tetapi lebih penting sebagai klaim politik atas saluran air dan sumber daya bawah laut.
China telah membangun beberapa pulau di Laut China Selatan. Bisakah itu melindungi mereka?
Selama Perang Dunia II, Jepang menemukan bahwa penguasaan pulau-pulau menawarkan beberapa keuntungan strategis, tetapi tidak cukup untuk memaksa Amerika Serikat mengurangi setiap pulau satu per satu.
Selain itu, dari waktu ke waktu pulau-pulau itu menjadi tanggung jawab strategis, karena Jepang berjuang untuk menjaga mereka tetap dipasok dengan makanan, bahan bakar, dan peralatan.
Pulau-pulau di LCS berlokasi strategis untuk China, tetapi apakah mereka benar-benar mewakili aset bagi militer China?
Jawabannya adalah ya, tetapi dalam konflik yang sebenarnya nilainya akan menyusut dengan cepat.
Instalasi
China telah mendirikan banyak instalasi militer di Laut China Selatan, terutama di Kepulauan Spratly dan Paracel.
Di Spratly, China telah membangun lapangan terbang di Subi, Mischief dan Fiery Cross, bersama dengan infrastruktur rudal, radar, dan helikopter potensial di beberapa formasi yang lebih kecil.
Di Paracels, China telah mendirikan instalasi militer yang signifikan di Woody Island, serta fasilitas radar dan helikopter di beberapa daerah lainnya.
China melanjutkan pembangunan di seluruh wilayah, yang berarti bahwa ia dapat memperluas kehadiran militernya di masa depan.
Pangkalan yang lebih besar (Subi, Mischief, Fiery Cross dan Woody Island) memiliki infrastruktur yang diperlukan untuk pengelolaan pesawat militer, termasuk pesawat tempur dan kapal patroli besar.
Rudal, radar, dan pesawat ini memperluas jangkauan mematikan militer China melintasi luasnya Laut China Selatan.
Rudal