Berita Kota Kupang
Peduli Stunting di Kota Kupang, Kader PDIP Ini Bentuk Kampung Gemar Gizi
saling mengisi kekurangan yang ada kemudian kami mulai jalankan target yang ingin dicapai
Aksi "SANTUN" yang sedang berlangsung saat ini yakni pemberian tambahan asupan gizi bagi anak penderita stunting di Kelurahan Bakunase.
Peserta sasaran 5 anak penderita Stunting, Sumber Dana (partisipan) Lili Adoe (Anggota Dewan Prov. NTT dr Partai PDIP) sebesar Rp. 9.000.000, Pelaksana Tim Inovator bersama para Kader di wilayah/lokasi setempat. Waktu Pelaksanaan 90 hari (November 2021-Pebruari 2022).
Camat Kota Raja, Mohamad Adriyanto Abdul Jalil dalam kesempatan pembukaan kegiatan Mini Lokakarya Lintas Sektor se Kecamatan Kota Raja itu menyampaikan ucapan terima kasih karena dirinya baru saja menjalankan tugas selama empat hari namun sudah merasakan semangat dari semua UPTD dalam menjalankan tugas.
Baca juga: Vaksinasi Dosis II di Kota Kupang 63,72 Persen atau 212.584 Sasaran Sampai 7 Desember 2021
Dikatakan masalah yang sedang menjadi trend dan harus diperangi bersama yakni stunting. Masalah dialami oleh anak-anak dan data menunjukan bahwa Kita Kupang saat ini jumlah kasus sangat tinggi.
Untuk itu membutuhkan peran dari semua pihak dalam mengatasi ini dengan upaya-upaya teknis dari UPTD khususnya UPTD Puskesmas Bakunase.
"Tentu tidak ada kendala dalam setiap upaya dan usaha yang dilakukan namun semuanya bisa diatasi jika kita memiliki semanta kerja yang sama," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut ia juga mengingatkan bahwa memasuki musim penghujan ini, tentu banyak penyakit yang sering terjadi terutama masalah demam berdarah.
"DBD ini terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan di lingkungan masyarakat maka kita semua pihak harus terlibat dengan mengadakan aksi nyata," tegasnya.
Sementara Kepala UPTD Puskesmas Bakunase, dr. E. Evalina Corebima dalam kesempatan tersebut juga memaparkan tentang penyakit DBD yang paling banyak kasus terjadi di saat musim hujan.
Menurutnya musim penghujan hingga 8 Desember ini, sudah terjadi peningkatan kasus DBD menjadi 38 kasus di Kecamatan Kota Raja dan tersebar di semua kelurahan dengan klasifikasi per usia, 0-1 (6 persen), 1-4 tahun (36 persen), 5-9 tahun (27 persen), 10-14 tahun (14) persen dan 15 tahun ke atas (21 persen).
"Lebih banyak menyerang anak-anak dan paling banyak terjadi pada kaum laki-laki," katanya
Pada kesempatan itu, ia juga mengatakan masalah stunting yang ada pada wilayah kerjanya bahwa Kelurahan Bakunase merupakan salah satu penyumbang masalah stunting terbanyak.
Adapun masalah stunting yang tengah dihadapi namun diakhir tugasnya sebagai kepala Puskesmas, ia berharap dengan terbentuknya Kampung Gemar Gizi Peduli Stunting bisa mengurangi stunting.
Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kadis Kesehatan Kota Kupang yang diwakil oleh Kabid P2P, Camat Kota Raja, Lurah Bakunase, Bhabinsa dan Bhabinkamtikmas, kader dari semua keluhan se Kecamatan Kota Raja. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/acara-pembentukan-kampung-gemar-gizi.jpg)