Berita Kota Kupang
Peduli Stunting di Kota Kupang, Kader PDIP Ini Bentuk Kampung Gemar Gizi
saling mengisi kekurangan yang ada kemudian kami mulai jalankan target yang ingin dicapai
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Anggota DPRD NTT Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kota Kupang, Yuliana Elisabeth Adoe, (Lily Adoe) bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang membentuk Kampung Gemar Gizi Peduli Stunting di Kelurahan Bakunase Kota Kupang untuk menekan angka kasus stanting.
Upaya inovatif tersebut juga dilakukan secara kolaborasi dengan semua stakeholders lingkup Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Pencetus inovasi, Hoh Nesimnasi, Akademisi Bidang Ilmu Pertanian Undana (Ketua), Simbram (Petugas gizi), Ludia Gasong (Pembuat Tepung Lele).
Lily Adoe menyebut, dirinya terpanggil untuk membantu warganya dalam mengatasi masalah stunting saat ini.
"Masalah ini harus diperangi bersama-sama. Namun ada pihak yang berkompeten tetapi terbatas dalam hal-hal tertentu maka kita hadir supaya saling membantu," katanya, Kamis 9 Desember 2021.
Baca juga: Antisipasi Virus Corona Varian Omicron Dinkes Kota Kupang Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes
Dijelaskan inovatif ini tidak terlepas dari dukungan terhadap upaya pemerintah saat ini. Selain niat tulusnya itu, selaras juga dengan upaya partainya dalam membantu masyarakat keluar dari masalah stunting.
"Kami berdiskusi lalu saling mengisi kekurangan yang ada kemudian kami mulai jalankan target yang ingin dicapai itu," sebutnya.
Hoh Nesimnasi, Dosen Pertanian Undana yang terlibat dalam gerakan tersebut mengatakan untuk menekan masalah stunting ini pihanya mulai berbuka diri dan mengajak sejumlah pihak bekerjasama untuk dalam mendukun pencegahan ini.
Ide inovatif ini awalnya dianggap gila karena dimulai dengan nol hanya bermodal berani atas semangat kemanusiaan yang dimiliki.
Baca juga: Komunitas Harley Davidson Club Indonesia Jelajah Nusantara Bantu Tiga Ton Beras di Kota Kupang
Disebutkan, alasan gerakan itu di mulai dari Puskesmas Bakunase karena data menunjukan bahwa Kelurahan Bakunase meruoakan salah satu Kelurahan dengan pengumbang stunting terbanyak di Kota Kupang.
"Kota Kupang juga menjadi penyumbang terbanyak untuk NTT dan NTT penyumbang terbanyak di Indonesia. Maka kita tidak bisa berpikir saja tapi harus bertindak maka kami memulai dengan memberi nama gerakan ini dan melibatkan banyak pihak," ungkapnya.
Ia menyebut, data stunting dari tahun ke tahun sulit mempridiksi apa yang terjadi. Terbukti kasus terus bertambah setiap tahun. Untuk Kecamatan Kota Raja terdapat sebanyak 256 kasus stunting. Sedangkan yang belum terdata bisa lebih banyak dari yang terdata saat ini.
"Jumlah ini berpeluang naik dua kali lipat karena banyak yang tidak datang untuk posyandu dan tidak mendapat pelayanan," katanya.
Baca juga: Komunitas Harley Davidson Club Indonesia Jelajah Nusantara Bantu Tiga Ton Beras di Kota Kupang
Sementara tim ini belum terbentuk secara resmi namun baru dilakukan disejumlah puskesmas dalam mengatasi masalah stunting.
Upaya yang dilakukan Kampung Gemar Gizi Peduli Stunting ini dilakukan pembagian makanan atau asupan tambahan. Saat ini dilakukan selama 12 hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/acara-pembentukan-kampung-gemar-gizi.jpg)