Hari Hak Asasi Manusia 10 Desember 2021 Pengungsi Afghanistan Kupang ke Kantor Kuham NTT

Tepat di Hari Hak Asasi Manusia, 10 Desember 2021, puluhan pengungsi asal Afghanistan di Kota Kupang melakukan aksi damai di Kantor Hukum dan HAM NTT.

POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO
AKSI DAMAI - Para pengungsi Afghanistan di Kota Kupang melakukan aksi damai di depan kantor Hukum dan HAM NTT, tepat pada hari hak asasi sedunia, Jumat (10/12/2021), mereka menuntut percepat proses resettlement. 

POSKUPANG.COM, KUPANG - Tepat di Hari Hak Asasi Manusia, 10 Desember 2021, puluhan pengungsi asal Afghanistan di Kota Kupang melakukan aksi damai di Kantor Hukum dan HAM NTT. Mereka menuntut hak mereka untuk bisa segera di resettlemen.

Disaksikan Pos Kupang, Jumat (10/12/2021) pagi, para pengungsi asal Afghanistan melakukan aksi damainya diatas trotoar di depan Kantor Hukham NTT sejak pukul 10.00 hingga pukul 12.00 Wita.

Tua muda, laki-laki perempuan baik yang masih single maupun yang sudah berkeluarga meneriakan aspirasi mereka.

Banyak diantara mereka yang membawa anak-anak mulai dari usia 5 bulan keatas. Saat orangtuanya berorasi, anak-anak bermain di sekitar mereka. 

Hujan yang mengguyur Kota Kupang selama setengah jam dari jam 11.20 hingga jam 11.40 Wita tak membuat para pengungsi bergeser dari tempatnya. Meski berhujan-hujan, mereka tetap melakukan orasi secara bergantian.

Para Orator seperti Yagane, Hadist, Rida, Jamsud dan beberapa orang lainnya menyurukan soal resettlemen, penegakan hak asasi bagi pengungsi. Mereka juga meminta Presiden Jokowi membantu mereka.  

Setelah beberapa jam melakukan aksi damai, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kumham NTT, Arfan Faiz Muhlizi, SH, MH menemui para pengungsi di depan kantor dimaksud.

Arfan menemui pengungsi dengan menggunakan payung karena hujan mengguyur cukup deras lalu meminta perwakilan pengungsi menemuinya secara khusus untuk mendengar aspirasi pengungsi.

Tiga perwakilan pengungsi yakni Ali Fakiri, Ra'u dan Mohadesse kemudian menemui Arfan dan menyampaikan aspirasi mereka.

Pada dasarnya mereka meminta bantuan pihak Hukum dan HAM untuk bisa memfasilitasi mereka dengan IOM dan UNHCR guna memproses resettlemen ke negara ketiga.

AKSI DAMAI - Para pengungsi Afghanistan di Kota Kupang melakukan aksi damai di depan kantor Hukum dan HAM NTT, tepat pada hari hak asasi sedunia, Jumat (10/12/2021), mereka menuntut percepat proses resettlement.
AKSI DAMAI - Para pengungsi Afghanistan di Kota Kupang melakukan aksi damai di depan kantor Hukum dan HAM NTT, tepat pada hari hak asasi sedunia, Jumat (10/12/2021), mereka menuntut percepat proses resettlement. (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)

Yagane mengatakan mereka melakukan aksi damai di tanggal 10 Desember pada hari hak asasi manusia untuk menggugah semua pihak bahwa pengungsi juga punya hak yang mestinya bisa dipenuhi.  Mereka sudah berada di kupang sekitar 6 hingga 10 tahun namun belum diproses resettlement.

Lamanya proses resettlement dan tak bisa mengenyam pendidikan formal serta tidak bisa bekerja, membuat kondisi mereka di Kota Kupang makin terpuruk.

Karenanya mereka berharap mereka bisa segera diresettlement ke negara ketiga sehingga mereka bisa melangsungkan kehidupannya, memiliki kewarganegaraan dan bisa bersekolah, menggapai cita-cita dan memiliki masa depan yag baik.

AKSI DAMAI - Yagane, pengungsi Afghanistan di Kota Kupang saat melakukan aksi damai bersama pengungsi lainnya di depan kantor Hukum dan HAM NTT, tepat pada hari hak asasi sedunia, Jumat (10/12/2021), mereka menuntut percepat proses resettlement.
AKSI DAMAI - Yagane, pengungsi Afghanistan di Kota Kupang saat melakukan aksi damai bersama pengungsi lainnya di depan kantor Hukum dan HAM NTT, tepat pada hari hak asasi sedunia, Jumat (10/12/2021), mereka menuntut percepat proses resettlement. (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)

"Hari ini adalah hari spesial, world human rights day sehingga kami datang untuk demontrasi di depan kantor hukum dan ham, kami ingin diresettlemen. Proses yang cepat untuk resettlemen. Kita akan terus berdemo sampai kita dapatkan jawab yang baik sebagai pengungsi yakni minta resettlement," kata remaja perempuan asal Afghanistan ini.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved