Berita Manggarai
Menparekraf Kunjungi Wae Rebo, Ini Harapan Bupati Hery
Bupati Manggarai Herybertus G L Nabit, SE., MA mengatakan, kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf) RI
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
Sandiaga Uno kemudian diberikan sarung 'Songke Todo' dan dikalungi salendang dan topi songke. Setelah itu, tokoh adat menyapa dengan sapaan adat curu sebagai ucapan selamat datang, lalu diantar ke Mbaru Tembong (rumah adat utama) dengan diiringi nyanyian adat (ronda) dan tarian 'Tiba Meka'. Di Mbaru Tembong, Sandiaga Uno dan Rombongan disambut dalam ritus adat kapu.
Selanjutnya, Sandiaga Uno dan Rombongan diarahkan ke tempat peginapan. Selesai santap malam, ia menyaksikan acara adat Mbata di Mbaru Tembong yang dilakukan oleh masyarakat adat kampung Wae Rebo.
Setelah itu, ia mengikuti upacara api unggun sambil menyaksikan tarian Rangkuk Alu yang dipentaskan oleh siswa SMK Negeri 1 Satarmese. Sandiaga Uno dan sejumlah pejabat lainnya termasuk Bupati Manggarai sempat mengikuti tarian Rangkuk Alu dan disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat adat Wae Rebo.
Sandiaga Uno mengaku senang dengan penyambutan luar biasa saat ia tiba di Kampung Adat Wae Rebo, mulai dari pemandangan indah yang memanjakan mata, kearifan lokal dan kelestarian budaya yang baik, sampai pada kuliner.
Sandiaga Uno juga mengaku senang bisa mengunjungi kampung wisata adat Wae Rebo, apalagi ia sempat menginap tempat wisata yang ramah lingkungan itu.
Berwisata ke Wae Rebo kata dia membutuhkan perjuangan, karena harus berjalan kaki kurang lebih sepanjang 5 km, melewati jalan bebatuan dan setapak yang licin.
"Tentu saja saya sangat merasa bahagia, bukan hanya mengunjungi tapi juga menginap dan merasakan kehangatan penyambutan dari masyarakat yang betul-betul secara tulus, ikhlas ingin mengembangkan dan menyejahterakan masyarakat dengan kearifan lokal dan kelestarian budaya,"katanya di hadapan masyarakat adat Wae Rebo.
Sandiaga Uno mengungkapkan, dari 50 desa wisata yang telah dikunjungi, Wae Rebo adalah simbol kebangkitan ekonomi Indonesia. Sebab, masyarakat khususnya anak muda Kampung adat Wae Rebo terus berkarya dan berprestasi kendati di tengah pandemi Covid-19.
Sandiaga berharap agar desa wisata Wae Rebo bisa ikut dalam ajang UNWTO Internasional tahun 2022 mendatang mewakili Indonesia.
Karena itu Sandiaga Uno berjanji, pihaknya akan memulai melakukan asesmen tahun depan di Wae Rebo untuk menjadi world best tourism village atau desa wisata terbaik di dunia dan akan menugaskan Ketua Dewan Juri Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, Prof Azril Azahari untuk memberikan pendampingan untuk memastikan desa wisata Wae Rebo bisa memberikan kebanggaan bagi Indonesia.
"Saya nanti akan langsung memerintahkan Prof Azril dengan Surat Keputusan, agar mulai ditata betul-betul, apa kekurangan atau apa yang harus lebih diangkat, akan kita penuhi. Karena ini kesempatan Indonesia untuk menunjukan kepada dunia bahwa desa wisata kita betul-betul ramah lingkungan dan berkelanjutan serta memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,"katanya.
"Saya justru membayangkan, masa depan Pariwisata, seperti destinasi-destinasi seperti Wae Rebo ini. Kita tinggalkan destinasi yang hanya mengumpulkan sampah banyak berbondong-bondong, tapi destinasi yang berbasis kualitas, dan berbasis lingkungan berkelanjutan,"tambahnya.
Dalam mewujudkan Wae Rebo jadi Desa Wisata terbaik di Dunia, salah satu faktor pendukung adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurut Menteri Sandiaga, SDM harus disiapkan secara masif, untuk memastikan kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo (yang meliputi 11 kabupaten) tersentuh dengan program pariwisata.
"Saya ingin berikan kesempatan kepada Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, untuk Bang Nadiem turun juga dengan tim khususnya, agar SDM di seluruh Manggarai dan destinasi super prioritas ini bisa kita identifikasi bersama, dan kita akan rakor (rapat koordinasi) segera sebelum akhir tahun bersama Pak Nadiem Makarim,"ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Wae Rebo, Frans Mudir mengusulkan kepada Pemerintah agar memberikan beasiswa penuh kepada masyarakat adat kampung Wae Rebo yang hendak kuliah ataupun yang sedang kuliah.
"Mewakili masyarakat adat Wae Rebo seluruhnya, demi peningkatan SDM masyarakat, kami mengusulkan kalau boleh anak-anak dari masyarakat Wae Rebo untuk tahun ajaran ini yang masuk kuliah atau yang sedang kuliah untuk mendapat beasiswa penuh,"ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/menparekraf-kunjungi-wae-rebo-ini-harapan-bupati-hery.jpg)