Berita Malaka

KMS Dilaunching, Bupati Malaka Perintahkan Semua Elemen "Keroyokan" Tekan Stunting

KMS Dilaunching, Bupati Malaka Perintahkan Semua Elemen Masyarakat "Keroyokan" Tekan Stunting

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Bupati Malaka, Simon Nahak saat menyerahkan KMS secara simbolis kepada perwakilan warga di Aula Kantor bupati Malaka, Senin (6/12/2021). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN--Pemerintah Kabupaten Malaka ( Pemkab Malaka) dalam masa kepemimpinan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H dan Wabup, Louise Lucky Taolin, S.SoS memberi perhatian serius pada kesehatan.

Wujud perhatian ini ditunjukkan dengan launching Kartu Malaka Sehat (KMS) buat warga Malaka. Indikator menakar derajat kesehatan warga semakin baik adalah menurunnya angka stunting.

Untuk itu diharapkan dengan program KMS ini, angka stunting di Malaka yang saat ini masih 21,5 persen dapat ditekan menjadi 10 persen selama kurun waktu hingga 2024. Agar mencapai prosentase ini maka semua elemen baik ditingkat kabupaten, kecamatan, desa dan pihak terkait kerja "keroyokan".

Bupati Malaka, Simon Nahak dihadapan para Asisten Sekda, pimpinan OPD, staf ahli bupati, juga perwakilan warga penerima KMS di Aula Kantor bupati Malaka, Senin (6/12/2021) menyampaikan beberapa pokok pikiran.

Dijelaskan Bupati Simon, pemerintahannya sangat serius dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Malaka. Pasalnya, maju atau tidaknya sebuah daerah sangat tergantung pada seberapa sehat warga sebagai pelaku pembangunan.

Terhadap hal ini, lanjut Simon, maka langkah yang dilakukan ada meluncurkan program KMS yang sebenarnya dilaunching bersamaan dengan Kartu Malaka Cerdas (KMC) tetapi ditunda karena masih dilakukan pemilahan kembali.

"Ada yang sudah dapat BPJSkes, Kartu Indonesia Sehat (KIS) tentu tidak bisa dapat KMS. Makanya baru dilaunching sekarang karena masih verifikasi lagi data," jelas Simon.

Dijelaskan Simon, saat ini angka stunting di Malaka masih tinggi sebagaimana dilaporkan Kadis Kesehatan Malaka bahwa masih 21,5 persen. Angka ini harus segera diturunkan dan perlu gerakan bersama. 

"Kades dan camat saya minta terus sosialisasi dan tahu apa yang harus dibuat.  Tugas camat selaku pejabat  birokrasi itu ada tiga yakni pengawasan dibidang pemerintahan, mengawal proses pembangunan karena merupakan perwakilan bupati di kecamatan dan melaksanakan tugas pelayanan kemasyarakatan," katanya.

Dirinya berharap dengan dilaunchingnya KMS ini semua pihak saling berkolaborasi untuk menekan serendah mungkin angka stunting.

Khusus KMS, Bupati Simon menyebut sudah disiapkan 4.863 kartu  dari target  5.800 kartu yang harus diluncurkan ke warga. Dirinya meminta terus dikawal demi kesehatan dan kesejahteraan warga.

"Saya juga perlu  informasikan bahwa vaksinasi di Malaka  sudah mencapai 50 persen dan kita terus kejar sampai capaian 70 persen. Saya minta kadis pendidikan agar anak sekolah wajib vaksin.  Kita suport jajaran TNI-Polri yang  terus sosialisasi ke warga untuk vaksin," pungkas Simon.

Kadis Kesehatan Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik menegaskan, dalam amanat UU sudah menegaskan bahwa pemda wajib melaksanakan program strategis nasional. 

Untuk meningkatkan derajat kesehatan warga di Malaka maka dilaunching  melalui KMS. Pasalnya, derajat kesehatan itu dilihat dri capaian angka stunting.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved