Breaking News:

Berita Lembata

Plan Indonesia Sukses Selenggarakan Run For Equality Untuk Akses Air Bersih di Lembata

Plan Indonesia Sukses Selenggarakan Run For Equality Untuk Akses Air Bersih di Lembata

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Membawa misi pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi perempuan, tahun ini Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) kembali menggelar Jelajah Timur: Run for Equality, sebuah kampanye penggalangan dana untuk membangun akses air bersih di desa-desa di Nusa Tenggara Timur (NTT) demi mencegah stunting pada anak. Sejak tanggal 27 November 2021, 44 pelari di Pulau Lembata dan lebih dari 121 pelari dan pesepeda yang mewakili 26 komunitas di 20 kota di Indonesia dan 8 negara telah berlari menempuh 100 kilo meter sejak Jumat (26/11) malam hari. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA- Membawa misi pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi perempuan, tahun ini Yayasan Plan International Indonesia ( Plan Indonesia) kembali menggelar Jelajah Timur: Run for Equality, sebuah kampanye penggalangan dana untuk membangun akses air bersih di desa-desa di Nusa Tenggara Timur (NTT) demi mencegah stunting pada anak.

Sejak tanggal 27 November 2021, 44 pelari di Pulau Lembata dan lebih dari 121 pelari dan pesepeda yang mewakili 26 komunitas di 20 kota di Indonesia dan 8 negara telah berlari menempuh 100 kilo meter sejak Jumat (26/11) malam hari. Kegiatan ini berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan. Melalui Jelajah Timur, Plan Indonesia akan membangun akses air bersih di setidaknya dua desa yaitu Desa Mahal 1 dan 2 di Kabupaten Lembata, NTT.

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia yang juga merupakan pelari Jelajah Timur di Lembata menjelaskan bahwa akses air bersih tidak hanya mampu mengurangi beban dan risiko yang dihadapi masyarakat serta anak-anak perempuan di NTT, namun juga berkontribusi terhadap pengurangan stunting.

"Pemenuhan akses air bersih adalah kunci dalam memperjuangkan hak-hak anak terutama anak perempuan di NTT. Tahun ini adalah tahun ketiga bagi Plan Indonesia dalam menyelenggarakan Jelajah Timur yang kembali menjadi penegas akan komitmen kami terhadap misi untuk memperjuangkan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Saya juga gembira dapat berlari bersama para pelari baik untuk memastikan air bersih sebagai kebutuhan dasar dapat dirasakan oleh masyarakat di NTT sebagai salah satu wilayah kerja Plan Indonesia," ungkap Dini.

Akses air bersih yang masih langka menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di NTT dimana mereka harus berjalan kaki hingga lima kilometer untuk memenuhi kebutuhan air. Lebih dari itu, anak perempuan sering dibebankan untuk menjalani tanggung jawab ini. Akibatnya, anak perempuan kehilangan waktu bermain dan belajarnya karena kelelahan. Belum lagi mereka rentan risiko kekerasan di perjalanan mengambil air bersih.

Sulitnya akses terhadap air bersih membuat keluarga di NTT menghabiskan sebagian besar anggaran rumah tangga untuk membeli air bersih ketimbang memenuhi kebutuhan gizi anak. Sehingga, kelangkaan air berdampak pada angka stunting di NTT. Studi Status Gizi Balita Kementerian Kesehatan RI tahun 2019 menunjukkan bahwa NTT merupakan provinsi dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Indonesia hingga mencapai 43,8 persen.

Berangkat dari permasalahan ini lebih dari 100 pelari dan pesepeda bersama-sama berkomitmen untuk mewujudkan akses air bersih di NTT. Di antara para pelari adalah Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, Adita Irawati, Natascha Oking, Vonny Anggraini, dan Abdoullah Mitiche.

Adita Irawati, Staf Ahli Menteri Perhubungan mengungkapkan, "Jelajah Timur 2020 memberi pengalaman sangat berkesan buat saya, karena selain berlari menyusuri indahnya Nagekeo hingga Bajawa, saya berkesempatan berjumpa dengan anak-anak di Desa Tedakisa, Nagekeo dan melihat langsung instalasi air bersih yang sudah dibangun hasil dari bersih di kawasan yang sulit air seperti di NTT. Karena menyediakan air bersih berarti mempersiapkan generasi masa depan Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas, termasuk untuk masa depan anak-anak yang ada di NTT."

Senada dengan Adita, Natascha Oking, Pelari Baik juga mengatakan, "Saya senang berlari sambil menikmati keindahan pulau Lembata serta mengumpulkan donasi untuk pengadaan air bersih di beberapa desa di Lembata. Dengan berlari, anak-anak perempuan di NTT tidak perlu berjauh-jauh mengambil air di waktu belajar atau bermain mereka, dan stunting juga dapat diatasi. Semoga ke depannya masyarakat dapat tergerak untuk berdonasi demi pemenuhan hak anak akan air bersih"

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved