Breaking News:

Berita Manggarai Barat

Harga Minyak Goreng Naik, Penjual Gorengan di Labuan Bajo Menjerit

Sejumlah penjual gorengan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), menjerit lantaran harga minyak goreng naik

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Usaha gorengan milik Daniel Jemahu di Golo Koe Kabupaten Mabar, Kamis 25 November 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Sejumlah penjual gorengan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), menjerit lantaran harga minyak goreng naik, Kamis 25 November 2021.

Penjual gorengan di Golo Koe, Daniel Jemahu (22) mengaku, dalam sebulan terakhir, harga minyak goreng mengalami kenaikan sebanyak 4 kali.

Setiap harinya, lanjut Daniel, ia menghabiskan sebanyak 18 liter minyak goreng merek Bimoli untuk usaha gorengan miliknya.

"Awal beli Rp 300 ribu, lalu naik perlahan hingga sampai saat ini satu jeriken minyak goreng 18 liter itu Rp 345 ribu," katanya diamini rekannya.

Daniel mengaku, gorengan yang ia jual lesu pembeli akibat pandemi Covid-19. Adanya kenaikan harga minyak goreng ini semakin memperparah pemasukannya.

"Semoga harga minyak goreng turun. Karena kalau kami kasih naik harga gorengan nanti tidak ada yang mau beli. Kami pun terpaksa tetap bertahan untuk jualan agar pelanggan tidak lari," harap Daniel.

Hal senada disampaikan penjual gorengan di Pasar Rakyat Batu Cermin, Ira.

Perempuan berusia 40an tahun itu mengakumengaku harga minyak goreng yang naik berpengaruh terhadap pendapatan yang ia dapat dari berjualan gorengan.

"Kalau saya beli minyak goreng ukuran 20 liter seharga Rp 340 ribu, kalau dulu harga kisaran Rp 300 ribu sampai Rp 315 ribu, sekarang mahal," keluhnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved