Berita Kota Kupang

Pengungsi Afghanistan di Kota Kupang Kembali Gelar Aksi Ini Tuntutannya Kepada UNCHR

Imigran asal Afghanistan yang berada di Kota Kupang melakukan aksi jalan kaki  menuntut perhatian pihak UNCHR yang merupakan lembaga dunia yang mengur

Editor: Ferry Ndoen
foto: Irfan Hoi/
pengungsi Afghanistan di Kota Kupang saat mengggelar aksi di Bundaran Tirosa 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Imigran asal Afghanistan yang berada di Kota Kupang melakukan aksi jalan kaki  menuntut perhatian pihak UNCHR yang merupakan lembaga dunia yang mengurus para pengungsi.

Aksi jalan kaki dilakukan puluhan pengungsi di Kota Kupang pada Selasa 23 November 2021 sore dengan titik star dimulai dari bundaran Tirosa menuju ke perempatan patung kirab, dan selanjutnya kembali ke bundaran Tirosa.

Berbekal spanduk, para pengungsi itu meneriakan adanya perhatian lebih dari UNCHR terhadap keberadaan pengungsi yang sudah berada di Kota Kupang sejak 9 tahun lamanya.

Salah seorang perwakilan pengungsi,Murtaza Naseri, menyampaikan pihaknya telah mengajukan permohonan agar pihak UNCHR bisa memproses segala administrasi milik pengungsi.

Baca juga: Persis Raih Dua Poin Ekstra Pasca PSG Kalah WO, Coach Eko Bidik 3 Poin vs Hizbul Wathan

"Kami sudah lama-lama di Indonesia tapi tidak diproses. Kami mau mencari suaka tidak ada diproses. Kami minta dari kantor UNCHR," ujarnya.

Dia menerangkan, aksi ini telah terjadi sebanyak 7 kali. Pengungsi juga telah meminta bantuan ke imigrasi dan pemerintah Indonesia untuk membantu proses ini.

Murtaza mengaku permintaan yang diajukan itu dibalas bakal dibantu, namun faktanya sampai dengan saat ini para pengungsi belum juga mendapat kejelasan terhadap statusnya.

Dengan aksi jalan kaki ini, menurutnya agar publik mengetahui kondisi yang dialami para pengungsi Afghanistan di Kota Kupang. Dia menyebut total para pengungsi yang ada di Kota Kupang sebanyak 150 an orang.

Ia menegaskan UNCHR harus bertanggungjawab atas keberadaan pengungsi yang terkatung-katung menunggu kejelasan. Untuk itu, dia juga menyampaikan agar pemerintah Indonesia bisa berkoordinasi dengan perwakilan kantor UNCHR yang ada di Jakarta.

"Supaya kami bisa pergi ke negara ketiga seperti Amerika Serikat, Australia, New Zeleand dan Kanada," ucapnya.

Upaya para pengungsi ke negara tersebut adalah untuk menetap sekaligus bekerja dan bisa membantu keluarga di Afghanistan yang sampai saat ini diketahui masih terjadi gejolak peperangan.

9 tahun, kata Murtaza, jawaban pihak UNCHR terhadap pengajuan para pengungsi masih juga sama.

"Setiap tahun mereka bilang ya, kami mau bantu, kalian tunggu. Kami juga manusia, situasi di Afghanistan, keluarga kami tidak baik. Didalam perang sekarang. Kami sudah putus semua kontak sama keluarga. Sehingga kalau bisa bantu kami supaya kami bisa bantu keluarga," ujarnya.

Pantauan Pos Kupang, aksi itu dilakukan para pengungsi mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Sepanjang jalan, pihaknya meneriaki seruan atas persoalan yang dihadapi. (*)

Berita Kota Kupang Lainnya :

pengungsi Afghanistan di Kota Kupang saat mengggelar aksi di Bundaran Tirosa
pengungsi Afghanistan di Kota Kupang saat mengggelar aksi di Bundaran Tirosa (foto: Irfan Hoi/)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved