Berita Malaka
Memilukan, 2 Korban Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Tambak Ikan, Desa Naimana
Memilukan, 2 Korban Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Tambak Ikan, Desa Naimana
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, BETUN--Bagai petir di siang bolong menerpa keluarga Yeremias Fahik (44) warga Dusun Manumutin Brubit, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.
Menyedihkan dan memilukan hati kejadian yang tidak pernah disangka-sangka oleh keluarga ini. Pasalnya, anak kandung Yeremias, kakak beradik yakni Natalia Angelina Fahik (11) dan Florentino Neymar Fahik (7) tewas tenggelam di Tambak, Dusun Kotun, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah pada Minggu (21/11/221) sekitar Pukul 14.00 Wita.
Kapolres Malaka, AKBP Rudi JJ Ledo melalui Kapolsek Malaka Tengah, IPTU I Wayan Budiasa, S.H dikonfirmasi Wartawan di Betun, Rabu (24/11/2021) membenarkan kejadian itu.
Wayan Budiasa menjelaskan kronologis kejadian bahwa pada Minggu (21/11/2021) sekitar Pukul 14.00 Wita bertempat di Dusun Kotun, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah, telah terjadi peristiwa tenggelamnya 2 orang Anak ( Kakak - Beradik ).
Baca juga: Kakak Beradik Tewas Tenggelam Dalam Embung Oepura Desa Oekiu Kabupaten TTS
Lokas kejadiannya di tambak Ikan yang sedang dalam proses pengerjaan oleh pemerintah desa setempat dari Dana Desa Naimana.
Pada kejadian ini yang menjadi korban adalah sang Kakak, Natalia Angelina Fahik (11) siswi Kelas VI SDI Bestrin dan sang Adik, Florentino Neymar Fahik (7) siswa kelas II SDI Bestrin.
Kedua korban merupakan anak kandung dari sang Ayah, Yeremias Fahik dan sang Ibu, Maria Gaudensia Seran yang beralamat di Dusun Manumutin Brubit, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.
Dijelaskan Wayan Budiasa, kejadian bermula pada hari Minggu tanggal 21 November 2021 sekitar Pukul 13.00 Wita, Korban dan para saksi dalam hal ini kedua orangtua Kandung, berangkat dari rumah menuju lokasi tambak ikan di Dusun Kotun, Desa Naimana.
Mereka berangkat menggunakan kendaraan bermotor karena jarak antara TKP dengan rumah korban diperkirakan sekitar 10 Kilometer.
Mereka tiba di lokasi tambak ikan sekitar pukul 13.20 Wita dan langsung memantau proses pekerjaan tambak ikan yang sedang dikerjakan.
Sesaat sebelum kejadian saksi dan para korban sementara makan siang, kemudian para korban berjalan menyusuri lokasi tambak dan korban Florentino Neymar Fahik tergelincir dan jatuh masuk kedalam kolam tambak tersebut.
Melihat kejadian ini, korban Natalia yang juga Kakak kandung Florentino dengan sigap meloncat masuk ke dalam kolam tambak tersebut dengan maksud menyelamatkan adiknya.
Namun usaha sang kakak sia-sia karena kedalaman air tambak diperkirakan 1,5 Meter.
Jelang beberapa menit kemudian orang tua korban tidak lagi melihat kedua anaknya dan langsung melakukan pencarian disekitar area tambak.
Kedua orangtua korban menemukan kedua anak mereka berada di dalam kolam tambak ikan tersebut sehingga sang ayah masuk ke kolam Ikan tersebut untuk menyelamatkan kedua korban, namun sudah tidak bernyawa lagi.
Kejadian tersebut, lanjut Wayan Budiasa, tidak dilaporkan kepada pihak Kepolisan dalam hal ini Polres Malaka dikarenakan situasi pada saat itu kedua orangtua panik dan histeris.
Sehingga atas bantuan warga disekitar langsung membawa para korban ke RSPP Betun untuk mendapatkan pertolongan medis namun kedua korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh pihak medis RSPP Betun.
"Kita tidak menerima laporan dari pihak keluarga, namun berdasarkan informasi yang kami peroleh. Setelah kejadian itu tim Polsek Malaka Tengah bekerja sama dengan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Malaka turun tangan ke lapangan," kata Wayan.
Tim langsung mendatangi rumah duka, kemudian melakukan olah TKP ( Tempat Kejadian Perkara ) dan menghadirkan saksi-saksi yang saat kejadian melakukan Evakuasi kedua korban.
Sementara kedua orang tua korban belum bisa memberikan keterangan karena masih ( Sock) atas peristiwa tersebut.
"Kita masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut," katanya.
Mantan Kapolsek Malaka Barat ini juga mengingatkan kepada pihak pengelola pengerjaan tambak ikan itu.
Maksudnya supaya segera memasang himbauan tanda berbahaya bagi masyarakat dan anak-anak untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar pengerjaan tambak. Hal ini mencegah agar supaya tidak ada lagi kejadian serupa.(*)