Berita Sikka
Waioti Jadi Langganan Banjir, Warga Heran Belum Ada Penanganan Pemerintah
Setiap Tahun Kelurahan Waioti Jadi Langganan Banjir, Warga Heran Belum Ada Penanganan Pemerintah
Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM, MAUMERE- Warga Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur setiap tahun menjadi lokasi sasaran dan langgan banjir. Setiap musim hujan warga terus menderita.
Air selalu masuk dari depan hingga belakang rumah. Warga pun berulangkali mengeluh dan mendesak pemerintah agar segera merenovasi saluran drainase di sepanjang ruas Jalan Trans Flores. Akan tetapi warga heran sampai sekarang belum ada penanganan dari pemerintah.
Kini, lagi-lagi ada desakan perbaikkan drainase lantaran Kelurahan Waioti adalah wilayah sasaran banjir yang terus terjadi setiap tahun saat intensitas hujan tinggi.
"Kami minta Pemerintah segera renovasi saluran ini. Baik Pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun pusat harus segera antisipasi," ujar Ketua RT 08, Nikolaus Ago kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Minggu, 21 November 2021 pagi.
Baca juga: Pemukiman Jadi Kolam, Warga Waioti Sikka Panik
Ia mengatakan, hampir setiap tahun saat musim hujan, warga yang bermukim di pesisir pantai menjadi sasaran banjir hingga menyerupai kolam bahkan seperti danau.
Selain itu, ia mengatakan, beberapa perabot rumah tangga dan barang-barang elektronik rawan rusak. Selain perabot rumah tangga, lanjut dia, genangan air itu bisa jadi sumber penyakit bagi kesehatan masyarakat.
"Pemukiman digenang air sehingga warga sulit beraktivitas. Mulai dari masak pun tidak bisa karena kompor terendam," katanya.
"Barang-barang ada yang rusak. Dan kami juga bisa diserang penyakit demam berdarah," lanjutnya lagi, disusul kata sepakat dari salah seorang Ibu yang ikut memberikan keterangan kepada POS-KUPANG.COM.
Intensitas hujan tinggi sejak Sabtu, 20 November 2021 malam hingga Minggu, 21 November 2021 pagi membuat puluhan rumah warga Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT terendam banjir dengan kadar air setinggi lutut orang dewasa.
Akibatnya, perabot rumah tangga dan alat elektronik rawan terendam air hingga rusak. Selain perabot rumah tangga, hewan ternak milik warga pun mati.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Minggu, 21 November 2021 pagi, seekor ternak babi milik David mati akibat terendam banjir semalaman penuh.
"Saya punya babi mati mungkin sekitar malam tadi," ujar David tepat disamping ternak babinya.
Selama memelihara, kata dia, peristiwa seperti ini bukan terjadi kali ini. Beberapa tahun belakangan juga kerap tewaskan hewan ternaknya yang ia pelihara di depan rumah.
David yang sehari-hari sebagai pekerja serabutan megalami kerugiaan jutaan rupiah. Lebih-lebih presensi ternak babi yang saat ini defisit akibat terpaan virus ASF beberapa waktu lalu membuat harga babi berpotensi naik drastis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/banjir-di-kelurahan-waioti-kecamatan-alok-timur.jpg)