Breaking News:

Berita Kota Kupang

Sering Palak Siswa Lain, 7 Pelajar di Kupang Diamankan Polisi

Tujuh Siswa SMPN 9 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT) diamankan polisi karena diduga melakukan kejahatan pada jam sekolah

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Polsek Oebobo 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Tujuh Siswa SMPN 9 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT) diamankan polisi karena diduga melakukan kejahatan pada jam sekolah.

Kepala SMPN 9 Kota Kupang, Maria Yasintha Giri mengatakan anak didiknya itu sering melakukan aksi kejahatan berupa, pemalakan terhadap siswa lain, mabuk minuman keras serta merusak fasilitas sekolah.

"Saya menghubungi Polsek Oebobo dan mereka sudah diamankan," ujarnya kepada wartawan, Jumat 19 November 2021.

Ia mengatakan, tujuh siswa yang diamankan polisi berinisial, Mr (14), warga Kelurahan Bakunase II, EN (14), warga Pasar Kasih Kelurahan Naikoten I, FW (14) warga Kelurahan Liliba, AP (14) warga Kelurahan Bakunase II, AK (14), warga Kelurahan Fatubesi, Ng (14), warga Kelurahan Naikoten I dan FK (16), warga Kelurahan Naikoten I.

Sementara tiga pelajar yang berhasil kabur yakni MM (15) warga kelurahan Bakunase II, MT (15) dan RS (14), warga Kelurahan Bakunase Kota Kupang.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Korban FN Sudah Diamankan Polsek Oebobo 

Menurut dia, laporannya ke polisi itu menyusul ada kejadian pengrusakan tembok sekolah yang dilakukan oleh pelajar. Kejadian itu berlanjut dengan perkelahian antar siswa di luar lingkungan sekolah yang melibatkan siswa SMPN 9 dan warga.

"Saat itu polisi dari Polsek Oebobo datang namun mereka kabur," katanya.

Menurut dia, pihak sekolah sudah berulang kali melakukan pembinaan dan memanggil orangtua siswa, namun orangtua siswa selalu mengabaikan undangan sekolah.

"Mereka ini selalu bikin onar walaupun sudah berulang kali kami bina. Mereka Kalau melakukan sesuatu dan ada warga yang tegur maka mereka malah lempar rumah warga,"

"Pembinaan dari sekolah tidak mempan jadi mereka perlu dibina oleh polisi," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut pembinaan, para siswa yang diamankan diwajibkan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

"Surat pernyataan pun wajib atas sepengetahuan orangtua, sehingga ada pembinaan dan hukuman sosial juga ada kontrol sosial," tandasnya. (*)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved